Beranda Kesehatan DPRD Menduga Meningkatnya Angka Kematian Pasien Covid-19 Karena Kehabisan Oksigen, Hal ini...

DPRD Menduga Meningkatnya Angka Kematian Pasien Covid-19 Karena Kehabisan Oksigen, Hal ini Dibantah Direktur RSUD Soe

781
0

Foto: Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan, S.Pi 

SOE, Flobamora-news.com – Angka kematian pasien propable-covid-19 dan pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi NTT terus meningkat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menduga bahwa karena adanya keterbatasan persediaan oksigen. Pernyataan tersebut dibantah oleh Direktur RSUD Soe RSUD Soe dr.R.A. Karolina Tahun yang di konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada, Kamis (11/02/2021).

Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan, S.Pi  kepada media ini melalui sambungan telepon bahwa, dalam waktu yang dekat ini, kami akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak rumah sakit tentang kinerja pelayanan terhadap pasien covid-19. Hal ini dilakukan karena ada pengaduan dan informasi dari keluarga korban bahwa korban meninggal karena kehabisan oksigen.

“Dugaan saya sebagai DPRD bahwa besar kemungkinan meningkatnya angka kematian pasien propable karena pasien kehabisan oksigen. Saya pernah ditelepon oleh keluarga salah satu pasien propable C-19 yang berinisial ML saat mendapat perawatan di RSUD Soe bahwa ia kehabisan oksigen, akhirnya ML harus menghembuskan napas terakhirnya. Sehingga dugaan kami bahwa kalau saat itu tidak kehabisan oksigen, maka ada kemungkinan masih bertahan hidup sampai dengan sekarang”, kata Uksam

Ditambahkan bahwa Ada juga informasi yang kami dengar bahwa pelayanan di rumah sakit tidak berimbang dan terkesan menganak tirikan pasien Propable Covid-19 dan pasien covid-19 yang datangnya dari masyarakat biasa, sedangkan pasien propable  yang dari tenaga kesehatan mendapat pelayanan yang maksimal, sehingga sehingga roda kematian hanya berputar pada masyarakat biasa.

Foto: Direktur RSUD Soe dr.R.A. Karolina Tahun

Sementara itu Direktur RSUD Soe dr.R.A. Karolina Tahun yang di konfirmasi melalui pesan WhatsApp  membantah  hahwa tidak benar pernyataan dan informasi bahwa meningkatnya angka kematian pasien covid-19 disebabkan karena pasien kehabisan oksigen.

“Pelayanan RSUD soe terhadap para pasien covid tidak menganak maskan yang lain terus menganak tirikan yang lain. Sedangkan untuk pasien yang berinisial ML saat masuk UGD, saturasinya 48%, dan setelah kami terapi, saturasinya naik 92%. mengalami kerusakan pada kedua paru akibat covid-19. Almarhum masuk ruang ISO bertekanan negatif dengan oksigen central. Sehingga oksigen tidak pernah putus atau habis, dan oksigen yang di pakai oleh almarhum sehari 8 tabung serta oksigen yang dipakai adalah tabung oksigen yang 2000 liter’, tegas Direktur RSUD yang biasa disapa Ria.

“Meningkatnya angka kematian karena pasien mengalami kritis, saturasi dibawah 70%, komorbid, diabetes, jantung dan asma. Kesadaran masyarakat untuk berobat masih rendah, dan masih banyak yang tidak percaya dengan covid, sehingga menganggap bahwa covid itu penyakit aib, dan takut untuk berobat, serta takut dikucilkan oleh tetangga. Akhirnya ketika datang dan berobat, pasien sudah infeksi berat, sesak napas berat, dan kegagalan banyak organ, sehingga akhirnya terlambat dideteksi dan terlambat diobati. Jadi  tidak benar pernyataan dan informasi bahwa meningkatnya angka kematian disebabkan karena pasien kehabisan oksigen”, tegas Ria.

“Kami dari pihak manejemen selalu menyediakan oksigen untuk semua pasien yang membutuhkan, dan jika persidiaan tabung oksigen kurang maka kami datangkan dari Puskesmas yang ada di kabupaten TTS”, pungkas Ria


Reporter: YOR T


Komentar