Dugaan Korupsi Dana Desa Kabuna Masih Di-PHP-in Polres Belu

  • Bagikan

Belu, Flobamora-news.com – Bicara soal PHP alias Pemberi Harapan Palsu dalam dunia percintaan pasti banyak yang tahu. Bahkan banyak pula yang pernah menjadi korban PHP. Selalu ada rasa deg-deg jreng dalam hati korban. Entah cintanya diterima atau ditolak masih mengambang.

Ternyata PHP ini pun terjadi dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana desa. Kali ini pelaku PHP adalah Polres Belu dan korbannya adalah Kepala Desa Kabuna, Ruben Gonzalves.

Kasus dugaan korupsi Dana Desa Kabuna, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL yang ditangani Polres Belu sejak bulan Januari silam belum ada langkah maju. Polres Belu belum bisa menetapkan tersangka. Polres Belu pun belum bisa menghentikan kasus tersebut.

Kepala Desa Kabuna yang disebut-sebut namanya dalam dugaan kasus korupsi tersebut menjadi galau. Kegalauannya makin menjadi-jadi kala masa jabatannya usai dan harus menyiapkan dirinya untuk kembali maju sebagai calon kepala desa dalam Pilkades serentak 2019 ini. Mau jadi tersangka atau bebas dari jeratan hukum pun masih mengambang.

Pembuatan pagar Posyandu yang belum selesai dikerjakan

Akibatnya, rekomendasi dari Bupati Belu pun diulur-ulur. Bahkan Bupati Belu, Willybrodus Lay sempat mengeluarkan pernyataan bahwa Ruben Goncalves dipastikan tidak akan mendapatkan rekomendasi darinya untuk mencalonkan diri lagi sebagai kepala desa dalam Pilkades Serentak 2019 lantaran kasusnya masih sementara ditangani oleh pihak Polres Belu.

“Yang pasti Kabuna tidak (Rekomendasi Cakades). Yang lainnya hampir semua sudah. Ada satu lagi (Desa) yang saya belum bisa sebutkan,” ungkap Bupati Belu saat ditemui awak media pada Senin (22/07/2019) siang.

Dikatakan bahwa dari 33 Cakades incumbent yang seharusnya mendapat rekomendasi hanya Kepala Desa Kabuna yang tidak mendapat rekomendasi lantaran Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Desa Kabuna pada akhir masa jabatan belum ada sehingga inspektorat tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap kinerja Kades Kabuna, Ruben Gonzalves.

“Kita tidak bisa beri rekomendasi karena mau beri bagaimana kalau LKPJ untuk pertanggungjawaban ke Inspektorat tidak ada,” tegas Bupati Lay.

  • Bagikan