Dugaan Korupsi Pembangunan Embung di Kabupaten TTS Mulai Dilidik Pihak Kejaksaan


  • Bagikan

SOE, Flobamora-news.com – Penyidik Kejaksaan Negeri TTS melakukan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan embung di Kelurahan Oekefan Kecamatan Kota Soe. Pasalnya Semi Wahangara selaku pemilik lahan tidak tahu menahu tentang pekerjaan embung tersebut. Karena ia tidak pernah dilibatkan.

Menurut Semi Wahangara sebagai pemilik lahan yang ditemui di kantor Kejari TTS Selasa (19/10) mengatakan, dirinya dipanggil penyidik Kejari untuk memberikan keterangan dengan membawa sejumlah dokumen terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pembangunan embung di Kelurahan Oekefan pada Dinas Pekerjaan Umum tahun 2015.

Swipe up untuk membaca artikel

“Saya datang untuk memberikan keterangan terkait pembangunan embung ditanah milik saya. Saya juga ada bawa dokumen berupa fotokopi sertifikat tanah,” ujar Semi.

Sebagai pemilik lahan lanjut Semi, dirinya baru mengetahui ada pembangunan embung ditanah miliknya ketika diundang rapat dikantor Kelurahan Oekefan. Sementara sebelumnya pihak kelurahan tidak pernah melibatkan dirinya dalam mensosialisasikan rencana pembangunan embung tersebut.

“Waktu itu hanya diundang untuk meminta persetujuan pembangunan embung dilahan milik saya. Saya setuju dengan mengeluarkan surat pelepasan hak. Untuk proses awal mulai dari rencana pembangunan embung tersebut sama sekali tidak terlibat. Bahkan biaya ganti rugi pun tidak diterima”, jelas Semi.

Baca Juga :   "KARTINI menggugat CORONA VIRUS 19, KORUPSI di Malaka

“Ganti rugi saja tidak ada, Makanya saya waktu itu minta untuk stop pekerjaan selama satu Minggu sampai dengan mereka (kontraktor) mau buka jalan baru mereka lanjut kerja,”kata Semi.

Sementara itu Kasie Pidsus Kejari TTS I Made Santiawan, S.H kepada media ini, Selasa (19/10) dikantor Kejari setempat menjelaskan penyelidikan kasus dugaan korupsi penyimpangan pembangunan embung di Kelurahan Oekefan dilakukan secara maraton.

“Kita akan lakukan (pemeriksaan) secara maraton. Semua saksi yang dibutuhkan keterangannya akan kita panggil. Kita kebut,” ujar Jaksa Made.

Para pihak yang dimintai keterangan lanjut Made sudah diberikan surat panggilan.
“Para pihak sudah kita surati untuk minta keterangannya,”pungkas pria kelahiran Denpasar Bali ini

Untuk diketahui, tidak hanya Embung di Kelurahan Oekefan yang diproses hukum, tetapi juga Embung di Keletunan, satu unit Embung di Noeolin, Embung di desa Skinu, Embung di Netpala, Embung di desa Nusa, embung di desa Tuasene dan embung yang di Nifukiu. (Yor tefa)


Reporter: JOR T


  • Bagikan