Beranda Humaniora Imanuel Olin: Saya Pesimis Tanam Jagung Panen Sapi di Bena Akan Berhasil

Imanuel Olin: Saya Pesimis Tanam Jagung Panen Sapi di Bena Akan Berhasil

810
0

Foto: Komisi II DPRD TTS Imanuel Olin

SOE, Floobamora-news.com – Komisi II DPRD akan mengagendakan guna meninjau lahan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di dataran Bena, Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan.  Kegiatan tersebut dijadwalkan akan dilakukan bersama-sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten  yang akan berlangsung pada, Senin (7/9/2020).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD TTS, Imanuel Olin kepada awak media Kamis (3/9/2020) di gedung DPRD TTS.

Menurut Olin, bahwa pihaknya berencana melihat secara langsung kondisi tanaman jagung program TJPS di dataran Bena. Apakah tumbuh dengan baik, atau tidak. Selain itu, komisi II juga ingin melihat proses pemagaran dan ketersediaan air untuk tanaman jagung.

“Senin pagi kita sama-sama dengan Dinas Pertanian turun ke Bena untuk pantau kondisi tanaman jagung program TJPS,” ungkap Olin.

Secara pribadi Olin mengaku pesimis program TJPS akan sukses di Bena. Pasalnya tanaman jagung di tanam pada musim kemarau.

“Kalau saya pribadi pesimis program TJPS di Bena akan berhasil,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan nantinya, komisi II akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Propinsi NTT.

“Sekarang saya belum bisa komentar banyak soalnya kita belum turun lapangan. Kalau sudah turun lapangan baru bisa kita komentar panjang lebar. Nantinya dari hasil pemantauan, kita akan konsultasikan dengan Dinas Pertanian Propinsi agar menjadi masukan untuk pembenahan kedepan,” jelasnya.

Tanaman jagung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di dataran rata Bena, Kecamatan Amanuban Selatan dimakan ternak (sapi dan kambing). Hal ini disebabkan karena belum seluruh area program TJPS dipagari dan masih rendahnya kesadaran para pemilik ternak untuk mengkandangkan ternaknya pada malam hari.

Foto: Camat Amanuban Selatan Jhon Asbanu

Sementara itu Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu tak menampik adanya tanaman jagung yang dimakan ternak. Walaupun luasanya masih kecil.

“Ternak menjadi ancaman serius bagi tanaman jagung program TJPS. Oleh sebab itu, dirinya kembali mengeluarkan penegasan kepada para pemilik ternak untuk mengkandangkan ternaknya pada malam hari”, tutup camat. Oo


Reporter: Jor.T)


Komentar