Beranda Ekonomi Bisnis Frits Tobo: Pelatihan Usaha Perbengkelan Dapat Menekan Masyarakat Keluar Deerah

Frits Tobo: Pelatihan Usaha Perbengkelan Dapat Menekan Masyarakat Keluar Deerah

206
0

SOE, Flobamora-news.com – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi  (Disperindagkop) menggekar pelatihan perbengkelan roda 2. Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung di gedung Sentra Industri Menengah, Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota Soe kabupaten Timor Tengah Sekatan  Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (15/10/2020)

Turut hadir dalam kegiatan terssbut Kepala Dinas Perindagkop Benny Frits Tobo S.E. Kepala Bidang (Kabid) Industri Dewa Made Raka, Dua Instruktur dan peserta pelatihan.

Kepala Dinas Benny Frits Tobo dalam sambutannya mengatakan bahwa, setelah selesai pelatihan, teman-teman peserta yang ikut pelatihan perbengkelan roda 2, wajib membuka usaha perbengkelan di desa masing-masing. Dengan membuka usaha perbengkelan maka itu dapat membuktikan bahwa teman-teman yang ikut pelatihan, memang serius mengikuti pelatihan. dan itu membuktikkan sudah bisa hidup mandiri dengan berusaha mandiri, tidak selalu menggantungkan diri pada orang lain.

“Saya anjurkan agar yang sudah ikut pelatihan kembali ke desa masing-masing dan buka usaha perbengkelan. Adanya usaha perbengkelan yang teman-teman buka, dapat menyerap uang yang ada pada desa tersebut,  jangan semua uang yang ada di desa mengalir ke kota”, ujarnya.

“Peserta yang ikut dalam pelatihan harus betul-betul aktif serta teliti. tujuannya ketika buka usaha sendiri, dapat bekerja dengan baik dan teliti. Ketika bekerja dengan baik, maka dapat memuaskan konsumen yang ingin memperbaiki kendaraannya di bengkelnya teman-teman”, kata Kadis.

“ingat jangan mengecewakan konsumen, karena kalau konsumen dikecewakan maka usaha kita tidak akan berkembang dan maju. Tapi jika kita menjaga konsumen dengan cara bekerja yang baik dan teliti, maka percayalah bahwa usaha perbengkelan teman-teman akan maju dengan pesat”, tegasnya.

“Cara yang kami lakukan yaitu, membuat pelatihan perbengkelan kendaraan roda 2, semoga dapat menekan angka pengiriman TKI, keluar negeri. Karena jika pemerintah tidak menciptakan lapangan kerja, maka otomatis masyarakat akan lebih memilih untuk bekerja di luar daerah. Tapi kalau kita siapkan lapangan kerja, maka rakyat pun akan menetap di dalam daerah”, katanya.

Sementara itu Kabid Industri, Dewa Made Raka mengatakan bahwa, pelatihan yang dilaksanakan berlangsung selama 10 hari dan mulai terhitung tanggal 15/10 sampai dengan tanggal 24/10/2020.  Setelah itu para peserta akan dipulangkan ke desa masing-masing dan membuka usaha di desanya masing-masjng.

“Peserta yang ikut pelatihan berjumlah 20 orang yang berasal dari beberapa kecamatan. Saat pembukaan pelatihan, para peserta diberikan satu paket peralatan perbengkelan lengkap. Alat ini akan dijadikan modal untuk ikut pelatihan serta akan digunakan ketika membuka usaha di desa masing-masing”, ujarnya.

Salah satu peserta dari desa Bone Ona Nautani dari Desa Bone Kecanatan Amanuban Tengah menyampaikan.terima kasih kepada Dinas Perindagkop yang menyelenggarakan kegiatan ini.

“Bakat saya di perbengkelan, saya ikut pelatihan ini  bakat saya akan berkembang. Apalagi bukan hanya ilmunya yang kami dapati, tapi kami semua peserta yang ikut pelatihan di berikan peralatan perbengkelan roda 2 satu paket”, tutup Ona


Reporter: Yor T


Komentar