Gara-Gara Pinjam Handphone Seorang Siswi SMP Harus Rela Layani Napsu Bejat Sang Kakek


  • Bagikan

SOE, Flobamora-news.com – Gadis dibawah umur berinisial RJJS (16) warga Desa Biloto Kecanatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga menjadi korban pelampisan napsu bejat sang kakek. Pasalnya kejadian tersebut berawal dari meminjam Handphone milik pelaku yang betinisial FS (66). Hal tersebut sesuai dengan laporan Polisi: LP/B /211/ VIII / 2021 / SPKT POLRES TTS POLDA NTT, tanggal 26 Agustus 2021

Korban berinisial (RJJS), umur (16) tahun, adalah siswi kelas 3 di salah satu SMP yang ada di kabupaten TTS. Sedangkan pelaku adalah kakek kandung korban yang inisial FS (66) warga Desa Biloto.

Swipe up untuk membaca artikel

Kapolres TTS, melalui Kasat Reskrim, IPTU Mahdi Ibrahim, S.H membenarkan kasus tersebut dan dalam rilisnya kepada media ini yakni, dari hasil pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi diperoleh keterangan bahwa:

Pelaku (FS) adalah kakek kandung korban telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap korban yang berinisial (RJJS), secara berulang-ulang kali yaitu sejak bulan Mei 2021 sampai dengan tanggal 12 Agustsu 2021. Tempat kejadiannya di dalam kamar tidur milik pekaku yang beralamat di Desa Biloto.

Baca Juga :   Pjs. Desa Pong La,o Membantah Berita Media Online Terkait Pengadaan Metetan LIistrik Untuk KK Miskin

Keterangan korban Saat pemeriksaan bahwa:

Kejadian yang pertama kali yaitu pada bulan Mei 2021, sekitar pukul 20.00 wita bertempat di dalam kamar tidur pelaku. Saat itu korban sedang baring-baring di dalam kamar tidurnya, kemudian pelaku datang memangil korbab akan tetapi korban tidak menjawab panggilan pelaku. Pelaku langsung mendorong pintu kamar lalu masuk dan duduk di atas tempat tidur korban sambil pelaku menasehati korban agar jangan berpacaran. Setelah menasehati korban, korban lansgung berkata kepada pelaku “ bai (opa)? beta (saya) bisa minta Handphone ko?”. pelaku tidak mau memberikan Handphone tersebut kepada korban namun berkata kepada korban “kita dua maen ( berhubungan badan) ame satu kali dolo, baru bai kasi lu (kau) Handphone ko bermain”. Karena korban ingin pelaku meminjamkan Handphonenya maka korban pun menuruti permintaan pelaku untuk berhubungan badan layaknya suami istri. Karena permintaan pelaku sudah disetujui oleh korban, pelaku meminta korban untuk melakukan hubungan intim di kamarnya. Akhirnya pelaku dan korban pun melakukannya di kamar pelaku, kurang lebih Lima menit pelaku pun menuntaskan nafsu birahinya. Setelah selesai melampiaskan nafsu birahinya, maka pelaku berkata kepada korban bahwa, “lu (kau) jangan takut, bai su operasi ko lu sonde (tidak) akan hamil”. Setelah itu pelaku memberikan Handphone milik pelaku kepada korban dan korban pun langsung kembali ke kamar.
Setelah kejadian itu, setiap kali pelaku ingin melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan korban. Pelaku selalu meminjamkan handphone kepada korban untuk melampiaskan nafsu birahinya. Pelaku selalu berkata, “lu (Kau) jangan takut bai su operasi ko lu (kau) sonde (tidak) akan hamil”. Hari jum’at tanggal 12 Agustus 2021 sekitar pukul 24.00 wita pada saat itu korban mengambil Handphone milik pelaku untuk membuka Facebook milik korban di dalam kamar. Kemudian pelaku masuk ke dalam kamar tidur korban dan berkata kepada korban “kita pi (ke) bai punya kamar sudah tapi buka memang celana ko pakai handuk saja”, korban pun menyetujui permintaan pelaku, lalu pelaku dan korban melakukan hubungan intim layaknya suami istri di kamar tidur pelaku. Pada hari jumat tanggal 20 Agustus 2021 sekitar pukul 24.00 korban sedang berada di dalam kamar sambil korban beramin Handphone, lalu datanglah pelaku dan masuk kedalam kamar korban sambil mengajak korban untuk berhubungan badan, akan tetapi korban menolak kinginan sehingga pelaku pun marah dan menarik Handphone pelaku yang sementara korban pegang di tangannya. Lalu menekan tangan bagian kiri korban sambil mencekik bagian wajah, korban melakukan perlawanan hingga kuku pelaku mengores pipi bagian kanan korban sehingga mengakibatkan luka cakar pada pipinya, korban pun langsung menangis karena kesakitan.

  • Bagikan