Beranda Hukum & Kriminal Gara-Gara Tanah Sertu Nyawa Oktovianus Melayang, Diduga Dihabisi Oleh Imanuel dan...

Gara-Gara Tanah Sertu Nyawa Oktovianus Melayang, Diduga Dihabisi Oleh Imanuel dan Yongki Babu

1946
0

SOE, Flobamora-news.com – Imanuel Babu (50) dan Yongki Babu (21) diduga saling membantu melakukan aksi pembunuhan. Pasalnya kedua pelaku adalah ayah dan anak yang tega menghabisi nyawa Oktovianus Babu (42).
kejadian tersebut terjadi di Desa Usapimnasi, Kecamatan Polen Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Tomur (NTT) pada, Rabu (9/6/2021).

Aksi pembunuhan ini bermula ketika kedua pelaku mendatangi lokasi pengambilan sertu di Desa Usapimnasi. Keduanya melarang untuk mengambil sertu di lokasi tersebut. Namun korban Otovianus Babu, yang saat itu berada di lokasi penggalian sertu, meminta agar pengambilan sertu terus dilakukan. Karena lokasi pengambilan sertu merupakan tanah umum dan sertu yang diambil untuk sarana jalan di Usapimnasi serta demi kepentingan masyarakat desa Usapimnasi. Mendengar perkataan korban, pelaku pun emosi dan sempat berusaha memukul korban namun korban menghindar sehingga tidak mengenai sasaran. Disaat bersaman Yongki babu memeluk korban, Imanuel Babu menggunakan sebilah pisau untuk menghabisi nyawa Oktovianus Babu (42) yang masih ada hubungan keluarga dengan pelaku.

“Pelaku ini larang masyarakat ambil sertu di lokasi tersebut. Tetapi korban suruh agar ambil terus sertu tersebut karena itu tanah umum dan ambil untuk kepentingan umum,” ujar Saksi mata, Yohan Fobia.

Yohan sebenarnya sempat berusaha melerai perkelahian antara Imanuel dan korban. Namun saat Yohan mendorong Imanuel, pelaku, Yongki justru memeluk korban. Ketika korban sedang dipeluk oleh Yongki, saat itulah Imanuel mengambil pisau yang sudah dibawanya dan langsung menikam korban pada bagian rusuk kanan. Korban pun seketika jatuh usai ditikam pelaku.

“Korban ditikam dibagian rusuk kanan dan langsung terjatuh,” ujarnya.

Melihat korban sudah jatuh tak berdaya, kedua pelaku langsung melarikan diri. Korban lalu dibawa menggunakan mobil truk ke Puskesmas Fatumnutu untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayangnya, setelah kurang lebih 15 menit di rawat oleh para medis, maka korban pun menghembuskan napas terakhirnya di Puskesmas Fatumnutu. Jenadah korban dikelilingi oleh keluarga sambil menunggu tim identifikasi polres TTS untuk olah TKP.

Ibu kandung korban Ester Ollin berharap agar para pelaku segera ditangkap dan di hukum seberat-beratnya.

Hal yang sama juga di lontarkan oleh adik kandung korban, Meri Babu bahwa, kami keluarga berharap agar para pelaku ditangkap dan di hukum seberat-beratnya. Bila perlu para pelaku di hukum seumur hidup, karena jika mereka mendapat keringanan hukuman maka ketika mereka bebas maka mereka akan mengulangi perbuatan mereka lagi.

Tim Identifikasi Polres TTS yang dipimpin oleh Kasat Reskrim polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim,
tiba di puskesmas Fatumnutu dan melakukan pemerikasaan terhadap korban. Kemudian tim langsung menuju ke Tempat Kejadia Perkara (TKP) dan menemukan barang bukti yang di tinggalkan oleh para pelaku.

Kapolres TTS, melalui Kasat Reskrim Iptu Mahdi Ibrahim mengatakan bahwa, barang buktinya sudah kami kumpulkan dan akan segera kami bawa.

“Para saksi mataakan kami bawa sekarang untuk diperiksa, sedangkan para pelaku yang telah melarukan diri masih dalam pengejaran. Kami akan segara tangkap amankan guna proses selanjutnya. Jelas Kasat”.


Reporter: YOR T


Komentar