Beranda Pendidikan Gelar Kunjungan Komisi IV Dapati SMPN 2 Soe Kosong, Marten Tualaka: Kepseknya...

Gelar Kunjungan Komisi IV Dapati SMPN 2 Soe Kosong, Marten Tualaka: Kepseknya Akan Kita Panggil

929
0

SOE, Flobamora-news.com – Komisi IV DPRD  melakukan minitoring ke sekolah Dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP). Tujuan kegiatan ini guna mendapatkan informasi secara faktual, berkaitan dengan pelaksanaan Kejiatan belajar mengajar di masa pandemi ini, dengan sistim BDR dan Offline, During. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Privinsi Nusa Tenggara Timur pada, Kamis, (25/3/2021).

Kegiatan monitoring ini di pimpin langsung oleh ketua Komisi IV, Marten Tualaka, SH,M.Si, dan didampingi oleh sekertaris komisi IV, Habel Hoti, anggota, Yupik Boimau, Marliana Lakapu, Deksi Letuna, Robinson Faot dan Jason Benu.

Sekolah-sekolah yang dikunjungi antara lain, SD Inpres Sekip Soe, SLTP Katolik SINT Vianney Soe, SMP Negeri 2 Soe, dan SD Inpres Taubneno.

Komisi IV memberi apresiasi kepada Tiga sekolah yang walaupun menghadapi pandemi namun sekolah tidak dikosongkan saat jam dinas, berbeda dengan SMP Negeri 2 soe yang ketika komisi IV tiba di sekolah pada pukul 12:15 WITA, tidak mendapati atau menemukan satu orang guru yang berada di sekolah, bahkan penjaga sekolah pun tidak berada di sekolah.

Ketua komisi IV DPRD kabupaten TTS, Marten Tualaka S.H. M.Si. kepada Flobamora-news.com bahwa, sekolah tidak boleh dikosongkan dan guru-guru harus selalu ada di sekolah. Apalagi kalau yang berstatus PNS itu harus selalu hadir walaupun sistim sif. Sehingga ketika ada perkunjungan di sekolah paling tidak kita bisa memperoleh informasi tentang KBM dalam kondisi pandemi seperti ini.  Tetapi kalau tidak ada guru sama sekali seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Soe ini, maka informasi apa yang nanti kami peroleh untuk bisa suarakan, apa lagi SMP Negeri 2 berada di Kota Soe.

“Harusnya menjadi contoh buat sekolah-sekolah yang ada di pedesaan. Massa kita kunjungi kok tidak ada satu orang guru dan pegawai di sekloalh ini. Kam akan panggil Kepala Sekolah untuk menjelaskan situasi ini’, apalgi ini sekolah negeri”,tegas Marten.

“Berbeda dengan sekolah swasta seperti SLTP Katolik Vianney Soe, ada guru-guru yang sedang beraktifitas di sekolah. Saat berkomonikasi dengan guru-guru, saya menanyakan kendala apa yang dihadapi oleh guru di saat pandemi ini dan apa yang dibutuhkan. Semua yang disampaikan dicatat dan Klmisi IV meminta untuk membuat proposal ke dinas terkait, tembusan DPRD TTS agar dapat kami perjuangkan”, ujar Marten.

Sementara Sekertaris komisi IV Habel Hoti  menyarankan kepada semua guru-guru agar jangan abaikan tugas dan tanggung jawab. Jadi guru harus selalu ada di sekolah.

“Saya mengapresiasi sekolah-sekolah yang selalu ada guru dan pegawai”, kata Habel.

Hal yang sama diungkapkan oleh Marliana Lakapu bahwa saya memberi apresiasi pada sekolah yang ketika ada perkunjungan pada jam kerja, maka sekolah tidak sedang dalam keadaan kosong, apalagi KBM nya tetap berjalan walau pun dalam menghadapi pandemi.

Sedangkan srikadi Yupik Boimau dari fraksi Hanura  meminta agar SLTP katolik Vianney soe, memperhatikan Taman Kanak-kanak (TK) yang berada dalam kompleks dan satu yayasan.

“Kepada Kepala Sekolah TK agar dapat melangsungkan kegiatan belajar. Saya orang tua siswa karena anak saya berada di TK tersebut. Tetapi sejauh ini tidak ada seorang guru yang pergi ke rumah untuk memberi tugas atau mengajar, jadi tolong di sampaikan kepada kepsek guna ada aktifitas belajar mengajar”, pungkas Yupik.


Reporter: YOR T


Komentar