Gubernur NTT: Gereja dan Rumah Doa Ikut Berperan Dalam Membangun Daerah


  • Bagikan

SOE, Flobamora-nnews.com – Gereja dan Rumah Doa diminta untuk ikut berperan dalam proses pembangunan di daerah terutama di Kabupaten TTS. Bukan saja membangun gedung megah, tetapi juga harus membangun sesama yang tergolong kelompok hina atau kelompok miskin, pertanian dan kelompok lainnya. Hal ini ditegaskan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat meresmikan Rumah Doa Yayasan Utus Tetus Soe, pada Jumat (24/9/2021) saat HUT GKR ke 56.

Menurutnya, Gereja dan rumah doa harus dibangun dengan visi Damai sejahtera dan misi membebaskan orang hina. Sebagai umat yang percaya pada Tuhan, kita sedang diberikan tugas untuk membantu sesama kita yang tidak memiliki kemampuan seperti rumah tidak layak huni. Gereja dan rumah doa merupakan Input bagi pengikut Yesus.

Swipe up untuk membaca artikel

“Kelokpok doa harus mengisi diri sendiri untuk menjadi kemampuan dan melayani diri sendiri serta melayani orang lain. Oleh karena itu, Rumah Doa dan Gereja harus jadi kekuatan bagi sesama”, kata Bungtliu.

Baca Juga :   Dimanakah TUHAN Ketika Kita Berada Ditengah-Tengah Kesulitan?

“Rumah Doa ini memiliki banyak mujisat. Gereja dan lembaga doa harus ikut berperan dalam merumuskan pembangunan terutama bagi kelompok hina di TTS. Membangun rumah ibadah baik dan lebih baik membangun rumah sesama kita yang masih tidak layak huni,”Ucapnya.

Gubernur juga meminta kepada Bupati TTS dan kelompok doa di TTS untuk mengelompokkan warga TTS yang masih tergolong miskin agar diperhatikan oleh Gereja dan Kelompok Doa.

Ketua Yayasan Utus Tetus Soe, Petronela V Manafe Fallo pada kesempatan mengatakan, rumah doa merupakan kerinduan kelompok doa di Kabupaten TTS.

Petronela menguraikan, pada tahun 1986, oleh Bapak Piet Fallo (Alm), selaku sekretaris Yayasan Utus Tetus Soe, pada waktu itu istrinya Yohana Fallo Nomleni menjadi pembimbing bagi ketua-ketua Persekutuan Doa mendapat petunjuk Tuhan untuk mulai berdoa agar persekutuan doa dapat memiliki sebuah gedung pertemuan dan kantor untuk operasional pelayanan.

Sebab, jumlah Persekutuan Doa yang tumbuh dari gerakan rohani pada tahun 1965 bertambah banyak dan ruang pertemuan dirumah keluarga Fallo tidak dapat menampung. Apabila diadakan kegiatan rutin bagi ketua-ketua Persekutuan Doa tepat pada setiap tanggal 26 setiap bulan.

  • Bagikan