Gubernur : NTT Harus Menjadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com –Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), hari ini Jumad 02/01/2020, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Amal Bakti ke-74.

Sambutan tertulis Menteri Agama RI yang dibacakan langsung oleh Gubernur NTT, mengatakan bahwa Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan, tepatnya tanggal 03 Januari 2020.
Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 UUD 1945.

Swipe up untuk membaca artikel

Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Oleh karena itu penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2020, yakni Umat Rukun, Indonesia Maju, maka sudah selayaknya seluruh jajaran Kementerian Agama di pusat dan di daerah, agar dapat menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air, karena inilah modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional.

Baca Juga :   Tahu Berterima Kasih

Diakhir sambutan tertulisnya, Menteri Agama mengharapkan agar seluruh jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia untuk memperhatikan 6 hal sebagai berikut :
1. Pahami sejarah Kementerian Agama, regulasi, tugas serta fungsi Kementerian ini.
2. Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama.
3. Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah kemuliaan.
4. Perkuat ekosistem pembangunan bidang agama.
5. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama.
6. Implementasikan Visi dan Misi pemerintah kedalam program kerja Kementerian Agama.

Sementara itu Gubernur yang ditemui usai upacara mengatakan dukungannya atas sambutan tertulis dari Menteri Agama RI.

“Saya mendukung penuh apa yang dikatakan oleh Menteri Agama melalui sambutannya, karena dengan menjaga kehidupan beragama dan tetap menjaga keseimbangan antara Agama dan Negara, maka hal ini merupakan sebuah moderasi dalam kehidupan beragama kita, sehingga kita bukan menjadi orang lain dalam memeluk suatu Agama di Indonesia,” ungkap Gubernur.

Sedangkan dalam kehidupan beragama di NTT, mantan anggota DPR RI ini mengatakan bahwa dengan modal sebagai Provinsi dengan nilai toleransi tertinggi kedua di Indonesia, maka kita semua berkewajiban untuk mempertahankannya, sehingga NTT boleh menjadi contoh dalam toleransi kehidupan bermasyarakat.

  • Bagikan