Beranda Wisata Budaya Harapan Baru Dunia Wisata Manggarai Barat di Tahun 2021

Harapan Baru Dunia Wisata Manggarai Barat di Tahun 2021

468
0

Mabar,  Flobamora-news.com – Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Manggarai Barat mencatat kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat signifikan hingga 82 Persen, jika dibandingkan dengan kunjungan pada tahun 2019.

Penurunan ini tidak lapes dari bencana yang melanda dunia Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Setelah Covid 19 melanda Indonesia dan juga dunia awal tahun 2020 banyak negara yang menerapkan sistem lock down dan aturan perjalanan yang sangat ketat. Akibatnya banyak orang yang tidak bisa bepergian termasuk untuk liburan.

Ditemui di kantor dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Manggarai Barat jln. Gabriel Gampurno, kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Manggarai Barat (Mabar), Agus Rinus menjelaskan bahwa Pande mi i Covid-19emberikan dampak negatif bagi kunjungan para wisatawan ke Mabar.

” Pandemi Covid 19 ini memberi dampak pada kunjungan pariwisata di Manggarai Barat, menurunnya kunjungan wisatawan sebesar 82 persen, jika dibandingkan jumlah kunjungan tahun 2019. Terhitung hingga akhir Desember 2020 total kunjungan wisatawan Manggarai Barat cuma 34793 Kunjungan”, jelasnya.

BACA JUGA: Akolina Dahu, Sang Gadis Malang di Bilik TPS

Akibat dari penurunan jumlah kunjungan wisatawan berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat dari hasil penjualan tiket. Total tahun 2020, PAD dari hasil penjualan tiket wisata yang masuk sebesar Rp 2,5 Miliar. Sementara, pada tahun 2019 total PAD dari tiket wisata mencapai Rp 19 Miliar.

Menanggapi hal ini, pemerintah Manggarai Barat melalui dinas Pariwisata dan kebudayaan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat untuk setiap lokasi wisata.

“Sekarang Pemda dan seluruh pelaku industri sudah melakukan bimbingan teknis, sosialisasi juga pendamping untuk penerapan CHSE dan protokol kesehatan yang ketat” kata Agus Rinus kepada media. CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) CHSE.
Untuk tahun 2021 pemerintah daerah menargetkan 100.000 kunjungan dengan target pasaran wisatawan Nusantara.

Selain dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan memperhatikan CHSE, pemerintah daerah juga mendorong ekowisata dan penambahan desa wisata.

“Sebagai salah satu wisatawan super premium dan super prioritas, kita mengharapkan ekowisata. Selain itu, kita mendorong 68 desa wisata yang sangat menjanjikan baik alam maupun budaya,” ungkapnya.

Dalam rangka perkembangan desa wisata, pemerintah daerah meningkatkan sumber daya manusia dengan melaksanakan pelatihan dan juga kelompok sadar wisata, juga berencana untuk membuat festival sebanyak-banyaknya di Labuan Bajo.

Pemerintah juga berharap agar pariwisata Manggarai Barat berdampak pada tambahan pendapatan masyarakat Mabar.

“Harapan saya adalah Labuan Bajo menjadi tempat festival tenun ikat dunia, sehingga yang super premium-nya adalah 264689 penduduk Manggarai barat” tutur Rinus.


Reporter: Rion


Komentar