Beranda Kesehatan & Pola Hidup HATHI Adakan Pertemuan dan Seminar Ilmiah  Ke-36

HATHI Adakan Pertemuan dan Seminar Ilmiah  Ke-36

357
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Pertemuan ilmiah ke-36 Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) berlangsung di Auditorium Politeknik Negeri Kupang dengan mengangkat tema ‘ Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Daerah Semi Kering Kepulauan Hambatan, Tantangan dan Peluang’. Jumat, (22/11/2019).

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-36 dan Seminar Internasional ke-6 dihadiri oleh Gubernur NTT Victor Laiskodat, wakil menteri PUPR Jhon Wempi Welipo, Ketua Umum HATHI Dr. Ir Imam Santoso, MSc, PU-SDA, Rektor Politeknik Negeri Kupang, 856 peserta yang berasal dari 30 cabang HATHI serta peserta yang berasal lain dari Korea, Jepang, India dimana kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari.

Pada Kesempatan tersebut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih kepada HATHI yang sudah memilih NTT sebagai lokasi pertemuan tahun ini.

“NTT satu tahun hujan tiga bulan saja. Semoga dengan kegiatan ini ada solusi untuk mengatasi masalah air bersih di NTT”, kata Victor.

Didepan seluruh anggota HATHI,Victor mengungkapkan bahwa NTT adalah salah satu Provinsi yang kedepannya akan menjadi salah satu Provinsi terkaya di NTT.

Terkait krisis air bersih saat ini, Victor menekan bahwa kedepan ia akan meminta dinas PUPR Provinsi maupun Kabupaten untuk tidak menerima pembangunan jembatan di NTT.

Ia menilai bahwa pembangunan jembatan tidak tepat dilakukan di NTT. Seharusnya dibangun penampungan air guna mengatasi krisis air bersih saat ini. .

Kendati demikian, beliau menyampaikan bahwa NTT adalah Provinsi yang sangat kaya dengan berbagai hasil alam, juga destinasi-destinasi pariwisatanya. Ia mengajak para peserta untuk berkesempatan berkunjung ke tempat-tempat wisata di NTT.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum HATHI Dr. Ir. Imam Santoso, M. Sc., PU-SDA dalam sambutannya menyebut bahwa kegiatan tahun ini merupakan kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak. Ia menyampaikan bahwa saat ini HATHI memiliki anggota sebanyak 7.136 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 1.456 anggota yang bersertifikat profesional.

Ia menyebutkan bahwa HATHI sendiri sudah berusia 39 tahun. Selama kurun waktu tersebut, sudah sebanyak 12 nomor jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh HATHI.
Selain itu, sudah terdapat 211 makalah yang terdaftar dan akan dipresentasikan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Harapannya bahwa akan ada solusi terkait masalah air bersih di NTT.

Sementara itu, Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada satu memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dirinya diberitahukan oleh Rektor Undana bahwa sudah tujuh bulan tidak ada hujan, sehingga terjadi krisis air bersih, dan kampus juga mengalami hal tersebut.

Ia meminta agar dalam pertemuan tahun para ahli hidraulik tersebut, akan menghasilkan solusi bagi NTT dalam mengatasi permasalahan air bersih.


Reporter: Sisca De Sousa


Komentar