HOAX, Ujaran Kebencian, Intoleranisme dan Radikalisme Musuh Bersama Kemanusiaan


  • Bagikan

Oleh : Brigjen Pol. Drs. H Budi Setiyawan, MM

JAKARTA, Flobamora-news.com – Republik Indonesia baru saja menyelesaikan Pesta Demokrasi, Pemilihan Umum yang kita semua masih bisa merasakan sisa-sisa rivalitas antar pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

Swipe up untuk membaca artikel

Dengan mudah kita bisa temukan, antar kawan tidak lagi bicara, antar saudara bermusuhan, antar tetangga tidak lagi saling menyapa akibat sakit hati politik yang sebenarnya tidak perlu.

Suasana tidak nyaman ini tidak boleh terus-terusan dibiarkan. Masyarakat harus kembali kepada kehidupan yang rukun, toleran, saling menghormati dan menghargai sehingga tercipta kehidupan yang damai sebagai syarat terlaksananya pembangunan untuk kesejahteraan.

Indonesia beruntung memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan semboyan Bhineka Tinggal Ika yang kemudian para pempimpin bangsa segera ingat dan melakukan rekonsiliasi. Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo telah mencotohkan hal tersebut, beliau semua mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Kini, saatnya masyarakat mencontoh dan mengikuti langkah bijak tersebut sambil terus berbenah menolak segala upaya mengacaukan sendi-sendi persatuan bangsa dan upaya-upaya menggoyang Pancasila.

Baca Juga :   Anggota DPRD Malaka Fredy Seran Sesali, Reses Tidak Ada Pendamping dari Sekwan

Serangan terhadap NKRI tersebut justru berasal dari dalam, dengan cara membuat berita bohong yang disebarkan secara massive untuk menyerang pemerintah, tokoh, partai politik dan bahkan mungkin individu lain. Berita bohong ini sering diistilahkan dengan HOAX.

Mengikuti HOAX, ada yang namanya ujaran kebencian (hate speech). Ujaran-ujaran melalui forum-forum dan media sosial yang isinya hujatan, hinaan dan provokasi bersumber dari HOAX tadi. Masyarakat menjadi marah, takut dan gelisah sehingga mudah digerakkan untuk kepentingan pihak yang tidak bertanggungjawab.

HOAX dan ujaran kebencian adalah kejahatan yang menjadi mudah dilakukan di era digital saat ini. Resikonya adalah kekacauan, pertentangan dan konflik sosial, bagi pelakunya bahkan yang sekedar ikut-ikutan pun terancam Pidana.

Setelah orang menjadi benci akibat terpapar HOAX dan Hate Speech, dia akan menjadi intoleran. Merasa benar sendiri, melihat orang yang tidak sepaham adalah lawan yang harus diserang atau dimusnahkan. Tidak lagi ada rasa damai dalam hatinya, kebencian terus menjadi penyakit yang membutakan mata kemanusiaan.

  • Bagikan