Beranda Hukum & Kriminal Ibu Korban Aksi Brutal Beberapa Oknum Anggota Polres Belu Pingsan Saat Melihat...

Ibu Korban Aksi Brutal Beberapa Oknum Anggota Polres Belu Pingsan Saat Melihat Korban

24024
0

Belu, Flobamora-news.com – Ibu Korban aksi brutal beberapa oknum Anggota Polres Belu Angkatan Seba 40, Klara Kolo pingsan saat keluhan korban, Alosius Mau (41) penuh dengan lebam luka di wajahnya.

Alosius Mau adalah korban aksi brutal beberapa oknum polisi di acara ulang tahun Sheba 40 di Kampung Bugis, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu pada Minggu (1/3/2020) sekitar pukul 02.30 dini hari.

Kejadian bermula saat Alosius berjalan menggunakan motornya melewati tempat acara sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, tuan rumah pesta, Yasin mengajak Alosius untuk masuk ke tempat acara.

Di dalam pesta itu, ada banyak minuman keras yang sedang ditegur oleh para anggota polisi. Yasin pun mengajak Alosius duduk di dekat opereter dan memberikannya sebotol arak. Saat itu, Alo diajak beberapa anggota untuk bergoyang dan berdansa bersama.

Tak lama kemudian, salah seorang Anggota Polisi bernama Rodrik bersama salah seorang temannya mengajak Alosius berjalan keluar sembari merangkul Alosius. Mereka berjalan menuju seberang jalan. Di luar pesta pun terdapat banyak anggota polisi yang sedang berdiri santai.

Alosius Mau, Korban Aksi brutal beberapa anggota Polres Belu

Sesampai di sana, tiba-tiba Rodrik langsung memukul Alosius di bagian dada. Masih bingung dengan keadaan itu, salah seorang anggota polisi yang ikut bersama mereka pun memukul Alosius di bagian pelipis sebelah kanan. Alosius pun langsung terjatuh.

Saat terjatuh, Alosius langsung diserang secara membabi buta oleh oknum-oknum polisi yang sedang berdiri di luar pesta. Alosius pun diseret oleh Rodrik bersama beberapa orang di lokasi kejadian.

Alosius pun akhirnya berusaha semampu mungkin untuk melarikan diri. Alosius pun berlari tanpa lagi memikirkan motor yang tadi dibawanya. Saat dirinya berlari, dia masih sempat dikejar oleh Rodrik bersama teman-temannya.

Sekitar pukul 06.00 Wita Alosius pergi menuju ke Polres Belu untuk melaporkan kejadian tersebut. Sesampai di bagian SPKT, para petugas mengarahkan Alosius untuk pergi mengambil Visum di RSUD Atambua.

Setelah itu, Alosius kembali lagi ke kantor polisi sekitar jam 08.00. Tapi, sampai di sana tidak ada satu pun anggota yang bertugas di SPKT. Karena itu Alosius pun kembali ke rumahnya. Sekitar Pukul 10.00 Wita, Alosius kembali ke kantor polisi. Kali ini, Alosius diarahkan menuju ke Provos. Di sana Alosius mulai dimintai keterangan.

“Saat sedang saya dimintai keterangan, tiba-yiba anggota provos itu ditelepon oleh Ayah Kandung Rodrik. Saya tidak tahu persis apa yang mereka bicarakan. Tapi setelah menerima telepon itu, anggota provos itu langsung meminta saya untuk besok (Senin, 2/3/2020, red) baru datang kembali ke kantor,” jelas Alosius saat ditemui di rumahnya pada Minggu (01/3/2020). “Saya bingung kenapa habis terima telepon kok pak polisi tidak lanjut minta keterangan dari saya?” Demikian lanjutnya.

Korban pun segera melaporkan apa yang dialaminya kepada orang tua korban. Ibu Korban, Klara Kolo baru datang ke rumah anaknya pada pukul 18.27 Wita. Saat melihat kondisi anaknya, Ibu Korban langsung terjatuh. Beruntung, teman-teman korban yang datang menjenguk korban langsung menggendong ibu korban menuju tempat tidur.

Beberapa saat kemudian, Ibu Korban keluar dari dalam kamar dan langsung datang menghampiri Alosius sembari menangis. “Ini mereka mau bunuh kau ka anak?” Ujarnya sembari tak kuasa menahan air mata.

Sampai saat ini, Alosius masih bingung atas kejadian tersebut. Alosius jadi mempertanyakan sebenarnya tugas polisi itu mengayomi masyarakat atau membunuh masyarakat?

“Saya bingung kenapa mereka pukul saya. Saya seharusnya merasa aman ketika berada di teman-teman polisi, tapi ini sebaliknya. Sebenarnya tugas polisi itu untuk mengayomi masyarakat atau membunuh masyarakat?” tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kapolres Belu AKBP Cliffry Steiny Lapian yang dihubungi media ini belum merespon WhastApp. Telepon pun tak diangkat olehnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar