Beranda Internasional Ini Alasan Mengapa Laga Liverpool Vs Man United Selalu Panas

Ini Alasan Mengapa Laga Liverpool Vs Man United Selalu Panas

568
0

Flobamora-news.com – Jika di Spanyol ada El Clasico, Skotlandia punya Old Firm, Jerman ada Der Klassiker, maka di Liga Inggris ada satu pertandingan terpanas yang disebut North West Derby.

Nama North West Derby memang tidak setenar El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona di Spanyol atau Der Klassiker antara Bayern Munich melawan Borussia Dortmund di Jerman. Namun, pertemuan Liverpool melawan Manchester United menjanjikan sebuah pertandingan panas dan menarik.

Untuk mengetahui alasan mengapa pertandingan antara Liverpool Vs Man United selalu panas, maka kita harus kembali mundur ke tahun 1894 silam. Perang kedua tim sebenarnya bermula bukan dari lapangan hijau melainkan dari sebuah pelabuhan yang baru dibangun saat itu bernama Manchester Ship Canal.

Saat itu, para pedagang di Manchester muak dengan pelabuhan Liverpool yang mematok harga mahal untuk biaya ekspor dan impor. Karena itu pemerintah Manchester membangun sebuah pelabuhan perdagangan terbesar di Dunia dengan nama Manchester Ship Canal.

Adanya pelabuhan ini berdampak pada sepinya pelabuhan Liverpool. Akibatnya, sebagian besar masyarakat liverpool membenci masyarakat Manchester.

Dari situlah rivalitas dua kota Liverpool dan Manchester terbentuk di sepak bola hingga kini. Baik suporter Liverpool dan Manchester United sama-sama mengklaim punya tim hingga manajer terhebat sepanjang sejarah Liga Inggris.

Liverpool dan MU hingga kini memang tercatat sebagai dua klub tersukses di Inggris. Jika digabungkan, kedua klub sudah mengoleksi lebih dari 120 gelar sepanjang sejarah.

Meski belum pernah merebut gelar Liga Primer Inggris, tapi Liverpool lebih dulu merebut gelar Liga Inggris dibanding MU. Hal itu terjadi pada 1901 ketika The Reds mengalahkan Sunderland di klasemen akhir.

MU baru merebut gelar Liga Inggris pada 1908. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu kemudian menyalip rekor gelar Liga Inggris milik Liverpool pada 2011 dan kemudian menggenapkan gelar liga menjadi 20 pada 2013.

Di kompetisi Eropa, MU lebih dulu merebut gelar Piala Champions (kini Liga Champions) pada 1968. Tapi, kemudian Liverpool (enam gelar) kini justru memiliki gelar Liga Champions lebih banyak dibanding MU (tiga gelar).

Rivalitas kedua klub bukan hanya terjadi di sekitar gelar. Pasalnya, masing-masing suporter juga mengklaim punya manajer terhebat sepanjang sejarah sepak bola Inggris.

Suporter Liverpool menganggap Bill Shankly sebagai manajer terhebat. Sedangkan pendukung Manchester United menganggap Sir Alex Ferguson sebagai yang terhebat. Menariknya, kedua manajer itu berasal dari Skotlandia.

Kini, 125 tahun setelah Manchester Ship Canal berdiri, rivalitas Liverpool melawan Manchester United tetap panas.

Bermain di kandang Setan Merah pada Minggu (20/10) pukul 23.00 WIB, Liverpool datang dengan kepercayaan diri yang tinggi. Meski bermain di kandang lawan, The Reds diunggulkan memetik tiga poin.

Liverpool berada di atas angin saat ini. Sebab mereka belum pernah tersentuh kekalahan dari delapan laga musim ini. Bahkan, mereka memenangi semua laga tersebut.

Tim asuhan Jurgen Klopp tersebut bisa memaksakan kemenangan, meski tidak tampil dalam performa terbaiknya. Hal tersebut terlihat ketika mereka berhadapan dengan Sheffield United dan Leicester City.

Dalam dua laga itu mereka sama-sama cuma menang tipis saja. Lawan Sheffield, Liverpool menang 0-1 berkat gol Georginio Wijnaldum pada menit ke-70. Itu pun berkat blunder sang kiper lawan.

Kemudian pada laga lawan Leicester, The Reds memang sempat mendominasi dan mencetak gol melalui Sadio Mane lebih dahulu. Namun pada babak kedua, mereka balik tertekan dan James Maddison mampu menyamakan kedudukan. The Reds akhirnya bisa menang berkat penalti James Milner pada menit 90+5.

Di sisi lain, Manchester United tampil tidak konsisten. Mereka sempat menang atas Leicester City. Namun kemudian, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu dibekuk West Ham United dengan skor 2-0.

Mereka kemudian menahan imbang Arsenal 1-1 di Old Trafford. Saat itu Scott McTominay membuat Tim Setan Merah unggul lebih dulu, sebelum Pierre-Emerick Aubameyang akhirnya menyamakan kedudukan.

Tetapi pada laga berikutnya, di kandang Newcastle, MU kalah lagi 0-1. Meski dominan dalam penguasaan bola, mereka tumbang berkat gol Matthew Longstaff.

Situasi jadi makin ambyar bagi Manchester United karena mereka akan kehilangan sejumlah pemain pilar saat menjamu Liverpool. Jadi wajar jika The Reds diunggulkan untuk bisa meraih kemenangan perdananya di Old Trafford sejak 2014 silam.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar