Beranda Kesehatan Ini Bahaya! Layani 10 Desa Tanpa Dokter, Jika Ada Pasien Gawat Konsultasi...

Ini Bahaya! Layani 10 Desa Tanpa Dokter, Jika Ada Pasien Gawat Konsultasi Ke RSUD Soe

1229
0

SOE, Flobamora.news.com – Tim Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD TTS terus giat melakukan Kunjuagan Kerja dan uji petik  guna memantau langsung semua persoalan yang terjadi . Pasalnya dalam uji petik di Puskesmas Oe’ekam, Pansus menemukan bahwa selama dua tahun Puskesmas oe’ekam tidak ada tenaga dokter. Bahkan ada empat unit rumah tenaga medis yang dikerjakan pada tahun 2017 temboknya banyak yang retak, sehingga dapat mengancam kenyamanan para penghuni. Kunjungan Kerja ini berlangsung di Desa Oe’ekam kecamatan Amanuban timur kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur pada, Senin (22/06/2020).

Menurut pengakuan petugas kesehatan kebidanan Elda Lopo mengatakan, bahwa sudah dua tahun dari tahun 2019 sampai 2020, tidak ada dokter di Puskesmas oeekam. Jika kami ada pasien maka kami harus berkonsultasi dengan dokter di RSUD Soe.

“Saat ini pelaku perjalanan di sini ada 40 orang perku penanganan dokter terpaksa kami harus berkknsultasi dengan dokter di RSUD Soe. APD yang kami terima cuma bantuan APD penanganan covid-19 yang dari Propinsi, sedangkan APD kabupaten belum kami terima sampai dengan saat ini belum kami terima”, kata Elda.

“Sebelum Puskesmas Oe’ekam agreditasi, ada dua dokter yang ditempatkan di Puskesmas ini, namun sesudah agreditasi tidak ada dokter lagi. Puskesmas Oe’ekam melayani masyarakat 10 desa, dan pasiennya sebelum covid -19, pasien dalam satu bulan berjumlah 700 sampai 800 pasien”, jelas Elda.

Wakil Ketua Pansus Uksam Selan merasa sangat prihatin tentang kondisi pelayanan di puskesmas Oe’ekam kecamatan. Puskesmas yang jauh dari kota, seharusnya ada tenaga dokter, sehingga mempermudah pelayanan kesehat di puskesmas oeekam. l

“Pemerintah Daerah seharusnya merekrut tenaga dokter PTT (pegawai tidak tetap) daerah untuk menjawab kebutuhan pelayanan di setiap puskesmas yang kekurangan dokter. Bayangkan saja kalau ada pasien maka perawat dan bidan harus kordinasi ke dokter yang berada di RSUD Soe. Kalau ada pasien gawat yang perlu penanganan doktet, kalau dokter yang di hubungi nomor sibuk atau tidak aktif sedangkan pasiennya darurat apa yang terjadi”, kata Uksam.

Ketua pansus, Marten Tualaka mengatakan kondisi rumah mes para medis yang dibuat tahun 2017, temboknya sudah retak, sehingga ini membahayakan para penghuni, sehingga kalau bisa sementara waktu para penghuninya mengungsi sementara.

“Saya prihatin dengan keadaan rumah dinas bagi tenaga medis, tembok rumahnya sudah retak. Rumah ini baru dibangun tahun 2017 tetapi temboknya sudah retak jadi saya berharap kalau bisa para penghuni rumah mes mengungsi dulu untuk menjaga keselamatan mereka”, pungkas Marthen

 


Reporter: Jor T


Komentar