Beranda Hukum & Kriminal Ini Jawaban Direktur RSUD Atambua Terkait Tenaga Medis Mogok Kerja

Ini Jawaban Direktur RSUD Atambua Terkait Tenaga Medis Mogok Kerja

1138
0

Belu, Flobamora-news.com – Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, dokter elena menegaskan informasi yang menyebutkan karyawan rumah sakit tersebut mogok kerja itu tidak benar.
Dia membenarkan adanya dinamika di dalam lembaga itu namun bukan merupakan aksi mogok kerja.

Hal ini disampaikan dokter Elena saat dikonfirmasi flobamoranews di ruang kerjanya, Senin (20/4/2020) siang.

dr. Elen mengaku baru menerima pesan usai berita sudah beredar di Media Sosial dan terkait dengan aksi mogok yang dilakukan para tenaga medis, dr. Elen mengaku bahwa tidak ada aksi mogok. Dikatakan bahwa saat itu memang, sesuai dengan agenda, ada pertemuan dengan para tenaga medis terkait evaluasi pelayanan yang sudah diberikan para tenaga medis di tenda screning.

Lebih lanjut dikatakan bahwa saat saat melakukan rapat evaluasi tersebut, ada beberapa tenaga medis diminta untuk menyampaikan kendala yang dialami saat pelayanan. Hanya saja, cara penyampaian para peserta rapat itu dilakukan dengan nada yang berbeda-beda.

“Kita di sini cara penyampaiannya beda-beda. Ada yang suaranya biasa, ada yang suaranya besar… seperti itu to.. ketika anak-anak itu dipanggil, ya.. proses kemarin itu.. biasalah namanya organisasi kan seperti begitu… yang penting kami cari solusinya,” jelas dr. Elen.

Dikatakan bahwa dalam rapat tersebut pun tidak ada protes yang dilakukan oleh para tenaga medis. Hanya saja, mereka menyampaikan apa yang menjadi kendala saat melakukan protes.

“Protes sih tidak. Tapi kalau ada kendala apa… disampaikan supaya kita sama-sama mencari jalan keluarnya,” jelasnya.

Ketika ditanya soal tidak adanya APD yang diberikan pihak managemen kepada para tenaga medis, dr. Elen menjelaskan bahwa APD yang saat ini tersedia banyak. Hanya saja, APD itu baru bisa diberikan saat ada permintaan dari tenaga medis melalui Kepala Ruangan.

“APD ada di gudang. Kita akan berikan saat ada permintaan dari ruangan. Kalau tidak ada, maka kita tidak bisa keluarkan sembarang,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Tidak adanya APD (Alat Pelindung Diri) yang diberikan pihak Managemen RSUD Atambua kepada para tenaga medis membuat para tenaga medis melakukan mogok kerja pada, Selasa (14/4/2020).

Mogok kerja ini dilakukan lantaran ada salah seorang pasien yang tergolong ODP melakukan rawat inap di RSUD Atambua dengan gejala Covid-19.

Informasi yang diperoleh media ini dari salah satu sumber mengatakan bahwa pasien tersebut baru dua minggu lalu datang dari Papua. Sejak malam kemarin (13/4/2020) datang ke RSUD Atambua dengan gejala sakit Covid-19. Pasien tersebut pun di rawat inap di salah satu ruangan yang ada di RSUD Atambua.

Memang, Gubernur NTT, Victor Laiskodat telah menetapkan RSUD Atambua sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belu pun tak main-main dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 11,92 M kepada pihak RSUD Atambua sebagai bentuk dukungan dalam percepatan pencegahan Covid-19.

Akan tetapi, sampai dengan saat ini, para tenaga medis yang bekerja di RSUD Atambua tidak mendapatkan APD. Hal ini membuat para tahanan medis pun ketakutan dalam menangani pasien dengan gejala Covid-19.
Apalagi saat mereka tahu ada salah seorang pasien yang rawat inap di RSUD Atambua mengalami gejala Covid-19. Karena itu, mereka pun melakukan mogok kerja dengan berkumpul di Aula Lain tak III RSUD Atambua.

Karena Aksi mogok itu, akhirnya pihak managemen pun segera melakukan rapat dengan para tenaga medis yang melakukan aksi mogok. Para tenaga medis ingin menanyakan sudah sejauh mana rencana pengadaan APD bagi para tenaga medis.

Media ini pun beberapa kali coba menghubungi Direktur RSUD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty via pesan WhatsApp. Pesan pertama dikirim pada pukul 11.06 Wita. Namun, hingga berita diturunkan pada pukul 11.42 Wita, pesan tersebut belum dibaca oleh Direktur RSUD Atambua.

Pesan pun akhirnya baru dibalas pada pukul 12.14 Wita dengan balik mempertanyakan dari mana informasi itu didapatkan. Media ini pun kembali mempertanyakan apakah para tenaga medis di RSUD Atambua sudah dibekali APD? Pertanyaan itu pun tidak dijawab oleh Direktur RSUD walau sudah membacanya.

Media ini pun kembali berusaha mengkonfirmasi ke Direktur RSUD via Telepon seluler akan tetapi selalu mengalami kendala karena ada beberapa urusan dari pihak Direktur RSUD. Hingga Jumat (17/4/2020) pagi, media ini mencoba mendatangi RSUD Atambua. Akan tetapi, saat itu hampir seluruh OPD melakukan rapat bersama Uskup Atambua. Usai rapat, Direktur RSUD Atambua pun mendampingi Bupati Belu mengikuti Vicon bersama Mentri Keuangan di Media Center Gugus Tugas kabupaten Belu. Baru pada pukul 19.58 Wita, media ini berhasil menghubungi Direktur lewat telepon seluler. Saat itu, Direktur meminta untuk bertemu langsung di ruang kerjanya pada Senin (20/4/2020).


Reporter: Ricky Anyan


Komentar