Beranda Hukum & Kriminal Ini Jimat yang Dibawa Pria Perusak Ruang Doa di Gereja Katedral Atambua

Ini Jimat yang Dibawa Pria Perusak Ruang Doa di Gereja Katedral Atambua

806
0
Beberapa benda dalam tas pelaku yang diduga jimat yang digunakan pelaku untuk mencuri

Belu, Flobamora-news.com – Bukannya datang untuk berdoa, seorang pria di Kabupaten Belu ini malah datang untuk mencuri stipendium dan merusak ruang doa di Gereja Katedral Sta. Maria Imaculata Atambua.

Kejadian itu terjadi pada, Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 14.30 Wita. Pria yang bernama Julianus Mali datang ke Ruang Adorasi dan langsung mengancam beberapa ibu yang sedang berdoa di dalam ruangan tersebut. Pria asal Kecamatan Tasifeto Timur itu lantas langsung merobek beberapa amplop stupebdium yang tersusun di samping Gambar Kerahiman Ilahi dan mengambil uang di dalam amplop tersebut.


Pelaku telah diamankan pihak kepolisian Polres Belu

Aksi ini membuat ibu yang sedang berdoa di dalam ruang tersebut ketakutan dan langsung melaporkan kepada Iwan, salah seorang petugas gereja yang berada di dekat lokasi kejadian.

Mendengar laporan itu, Iwan lantas langsung pergi ke Ruang Adorasi. Sesampai di Ruang Adorasi, Iwan langsung menegur Julianus. Namun, Julianus dengan beraninya langsung menyerang Iwan. Julianus pun mendorong Iwan hingga hampir terjatuh.

Baca Juga: Seorang Pria Merusak Ruang Doa di Gereja Katedral Atambua

Baca Juga: Uskup Padang Tutup Usia

Baca Juga: Ini Profil Singkat Almarhum Mgr. Situmorang, OFMCap

Melihat kejadian itu, beberapa pemuda yang berada di depan Pintu Gerbang Gereja langsung pergi membantu Iwan untuk mengamankan Julianus.

Melihat beberapa pemuda yang datang, Julianus pun langsung melarikan diri. Para pemuda itu pun terus berusaha mengejar Julianus. Julianus berlari cepat menuju Simpang Lima Atambua dan bersembunyi di Kamar Mandi salah satu Toko Pakaian yang berada di Simpang Lima Atambua.

Kejadian itu pun segera dilaporkan oleh Iwan ke Mapolres Belu. Mendapat laporan tersebut, beberapa Anggota Polres Belu bersama Anggota Buser langsung menuju lokasi persembunyian. Di sana, Polisi dengan mudahnya menangkap pelaku dan segera mengamankannya.

Beberapa saksi menuturkan bahwa Julianus datang membawa sebuah tas berwarna hitam. Tas itu akhirnya diketahui berisi satu tengkorak manusia, beberapa akar pohon, dan beberapa benda lainnya yang dicurigai sebagai Jimat yang digunakannya untuk mencuri.

Amplop yangv tersusun rapih didapati sudah berserakan di dalam ruang Adorasi

Pastor Rekan Paroki Katedral Atambua, Rm. Kris Falo, Pr yang ditemui media ini mengucapkan terima kasih kepada Polres Belu yang dengan cepat telah mengamankan pelaku.

Akan tetapi, dirinya meminta kepada pihak Polres Belu agar melepaskan kembali pelaku. Menurutnya, biarkanlah kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk pelaku bertobat.

Kondisi Ruang Doa sudah kembali kondusif

“Saya berterima kasih kepada Polres Belu yang dengan sigap telah menangkap pelaku. Tapi, saya mohon agar pelaku dibebaskan kembali. Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran baginya untuk bertobat,” ujar Pastor Kris.

Rm. Kris Falo menghimbau kepada seluruh umat Katholik di Katedral Atambua untuk tetap tenang dalam menyikapi kejadian tersebut. Baginya, kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar seluruh umat Katholik di Katedral Atambua saling mendoakan satu sama lain dan selalu sigap dalam berbagai situasi.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar