Beranda Hukum & Kriminal Ini Kisah Korban Tabrakan Maut di Jalur 40

Ini Kisah Korban Tabrakan Maut di Jalur 40

1313
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Kisah Kecelakaan maut di Jalan Jalur 40 dekat perumahan 1000 di Kelurahan Manulai Kecamatan Alak Kota Kupang NTT yang melibatkan Mobil Dump Truck DH 9355 AH dengan Sepeda Motor Suzuki Smesh DH 6579 BG. Kecelakaan ini
mengakibatkan dua pelajar meninggal dan meninggalkan kesan duka yang mendalam bagi kedua orang tua, keluarga dan teman-teman sekolah.

Pasalnya Korban Rivaldy Nikolaus Bajo (16) pengendara sepeda motor Suzuki Smesh DH 6579 DG yang meninggal di tempat adalah pelajar kelas Dua SMA Sincarolus Penfui yang adalah putra dari pasangan Laurensius Bajo dan Rince Agustina Taka dan penumpang sepeda motor Marselino Candra Seran (15) meninggal di Rumah Sakit Carolus Belo adalah pelajar Kelas Satu Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) merupakan putera dari pasangan Dogobertus Seran dan Frida Seran adalah harapan keluarga.
Kedua pelajar ini meninggal akibat tabrakan maut di jalan Jalur 40 pada Jumat lalu.

Kisah Sebelum Terjadi Kecelakaan

Menurut Dogobertus Seran, hari Jumat yang lalu saya dan Laurensius Bajo bersama kedua anak kami hendak pergi ke Desa Oenesu untuk mengunjungi keluarga. Tetapi pada saat bersamaan saya masih mengantar Ibunya ke gereja. Sekembali dari gereja ternyata kedua anak kami telah berangkat duluan menuju Desa Oenesu dengan mengendarai Sepeda Motor Suzuki Smesh.

“Waktu itu saya masih antar isteri saya ke gereja, waktu kembali dari gereja katanya mereka sudah duluan ke Oenesu. Berselang sekitar dua jam datang tetangga saya kerumah, saat lihat saya dia kaget dan heran karena saya ada duduk di rumah. Saya tanya ada apa ko lihat saya ko aneh, dia bilang tadi pas lewat, beta lihat motor Smesh ada kecelakaan di Jalur 40 satu meninggal dunia. Beta kira kakak yang kendarai. Dia tanya motor siapa pakai. Karena motor itu saya yang pakai setiap hari. Saya bilang anak-anak yang pakai ada mau ke Desa Oenesu”, kata Laurensius.

“Saat mendapat informasi tersebut saya terdiam, bingung, sedih dan pikiran saya terasa kosong. Beberapa saat kemudian kami mendapat informasi bahwa anak-anak kami celaka. Katanya satu meninggal di tempat dan satunya masih ada di rumah sakit Carolus Belo dan masih mendapatkan pertolongan medis namun belum sadarkan diri dalam keadaan kritis. Saat itu kami belum tahu siapa yang meninggal”, ujarnya.

Kami tiba di Rumah Sakit kami hanya bisa melihat kedua anak kami terbujur kaku. Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Saya bingung, sedih. Saya dan semua kelaurga waktu itu tidak bisa menerima kejadian ini tetapi semua sudah terjadi kami hanya bisa pasrah”, ungkapnya


Reporter: Robert


Komentar