Beranda Hukum & Kriminal Isak Tangis Keluarga Warnai Putusan Lima Tahun Penjara Yulia Afra

Isak Tangis Keluarga Warnai Putusan Lima Tahun Penjara Yulia Afra

379
0

KUPANG, Flobamora-news.com –  Isak tangis Kelaurga terdakwa Yulia Afra mewarnai sidang lanjutan kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair dengan agenda utama hari ini mendengarkan putusan terhadap lima terdakwa pada, Selasa, (21/1/2020) di pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Dju Johnson Mira Mangngi, Yulia Afra, divonis Lma tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan badan.

JPU yang hadir dalam persidangan yakni Hendrik Tip, Heri Franklin, dan Emi Jemahat. Terdakwa Yulia Afra didampingi Kuasa Hukumnya, Rusdinur. Sementara Hakim Ketua Majelis, Dju Johnson Mira Mangngi didampingi Ali Muhtarom dan Ari Prabowo

Menurut majelis hakim, terdakwa diringankan karena tidak pernah terjerat kasus hukum sebelumnya. Sedangkan yang memberatkan terdakwa adalah terdakwa tidak mendukung program pembangunan pemerintah dengan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang merugikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 11 miliar lebih.

“Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas maka terdakwa Yulia Afra divonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta dan jika tidak dibayar maka diganti dengan 6 bulan kurungan badan,” kata Hakim Dju.

“Terdakwa dan JPU memiliki kesempatan yang sama yakni terima putusan dengan baik maupun menolak putusan,” kata Dzu.

Menanggapi putusan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa, Rusdinur mengaku masih pikir-pikir. Sementara Jaksa Penuntut Umum Heri Franklin pun mengaku masih pikir-pikir.

“Waktu kami berikan tujuh hari untuk JPU dan Kuasa Hukum pikir-pikir,” ucap hakim Dju.

Usai putusan Hakim dibacakan, keluarga Yulia Afra yang hadir dalam persidangan tidak dapat membendung air mata. Isak tangispun terdengar di ruang sidang.


Reporter: Robert


Komentar