Beranda Nasional Jangan Mau Jadi JOMBLO. INDONESIA Merdeka karena BERSATU, Bukan BERDUA

Jangan Mau Jadi JOMBLO. INDONESIA Merdeka karena BERSATU, Bukan BERDUA

2646
0

Belu, Flobamora-news.com – Meriahnya Perayaan HUT RI ke-74 di kota Perbatasan RI-RDTL diwarnai dengan berbagai perlombaan, baik yang diadakan oleh Pemkab Belu maupun para pemuda. Mulai dari panjat pinang, sepak bola, karnaval, hingga gerak jalan di berbagai tingkatan.

Dari berbagai perlombaan tersebut, ada yang unik dari perlombaan gerak jalan 45 Km yang diadakan oleh Pemda Belu

Pada perlombaan gerak jalan 45 Km yang diikuti oleh 63 peserta tersebut berlangsung selama dua hari. Para peserta yang dilepas dari Labur, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada Selasa, (13/8/2019) malam. Para peserta baru masuk finish di Lapangan Simpang Lima Atambua pada Rabu, (14/8/2019) pagi.

Karena itu, untuk memberikan semangat pada timnya yang sedang mengikuti perlombaan gerak jalan, para suporter dari setiap tim ikut mengiringi timnya dalam perjalanan. Bahkan, hampir semua suporter mengiringi timnya dengan musik hanya untuk membuat timnya tetap semangat.

Sound system pun dimuat di dalam bak truk atau kijang. Para suporter lain mengiring timnya dengan parade motor sembari tetap memberikan semangat pada tim.

Berbagai spanduk pun dibuat dengan macam-macam tulisan agar para penonton dapat mengetahui dari mana asal tim yang sedang mengikuti perlombaan tersebut.

Dari berbagai spanduk yang dibuat, ada yang unik dari spanduk milik tim Huruk Bulas. Pada spanduk tersebut ditulis, “Jangan Mau Jadi JOMBLO. INDONESIA Merdeka karena BERSATU, Bukan BERDUA”.

Tulisan ini bukan menyindir sekaligus menantang para jomblowan-jomblowati agar segera memiliki pasangan. Namun, lebih dari itu, mereka ingin mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di daerah Perbatasan RI-RDTL.

“Bagi para jomblowan-jomblowati yang tersinggung dengan tulisan ini, kami mohon maaf. Sebenarnya tulisan ini dibuat untuk memberikan pesan kepada seluruh Rakyat Indonesia, khususnya masyarakat yang berada di Perbatasan RI-RDTL untuk tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia”. Demikian jelas ketua komunitas Huruk Bulas, Apolynaris Nuwa.

Menurut pria yang akrab disapa Naris ini bahwa sejarah bangsa Indonesia telah mencatat, perjuangan dari masing-masing daerah untuk melepaskan dirinya dari penjajah Belanda selalu kandas akibat egosentris kedaerahannya muncul. Perjuangan itu baru bisa membuahkan hasil ketika masing-masing daerah melepas sikap egosentrisnya.

Pada tahun 1928, ketika para pemuda-pemudi seluruh Nusantara menyatukan persepsinya: Satu Tanah Air; Satu Bangsa; Satu Bahasa, Indonesia, di saat itulah penjajah tahluk.

“Sejarah bangsa ini mencatat bahwa karena persatuan, maka kita dapat hidup merdeka! Kita bukan merdeka karena perjuangan dari masing-masing daerah, tapi karena perjuangan seluruh bangsa Indonesia,” ujar Naris yang juga merupakan salah satu anggota Reskrim Polres Belu ini.

Dikatakan bahwa saat ini ada banyak sekali isu yang bertujuan memecahkan keutuhan NKRI. Karena itu, dalam mengisi 74 Tahun kemerdekaan Indonesia ini, pemuda-pemudi sebagai pejuang masa kini harus bersatu dan berani melawan berbagai isu yang bertujuan memecahkan Bangsa Indonesia.

Dikatakan bahwa saat ini kita tak lagi mengangkat bambu runcing atau senjata untuk melawan musuh. Tapi kita perlu menyatukan tekad untuk menyebarkan pikiran baik demi keutuhan NKRI. “Karena itu, Jangan Mau Jadi JOMBLO. INDONESIA Merdeka karena BERSATU, bukan BERDUA,” ujarnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar