Beranda Lintas NTT Jaringan Perpipaan Desa Boti Tiga Tahun Rusak Pemda TTS Terkesan Acuh, ...

Jaringan Perpipaan Desa Boti Tiga Tahun Rusak Pemda TTS Terkesan Acuh, Pansus LKPj: Sudah Disampaikan

350
0

SOE, Flobamora-news.com – Pemerintah Daerah (Pemda) harus egera memperbaiki instalasi air bersih yang rusak. Pasalnya ada tiga titik jaringan pipa sudah Tiga tahun putus akibat longsor dan jembatan kayu yang putus karena banjir. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pansus LKPJ Marten Tualaka saat menggelar kunjungan di Desa Boti Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (22/4/2021).

Rombongan Pansus dipimpin Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru, ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka, wakil ketua Pansus, Uksam Selan, Anggota Pansus, Piter Kefi, Mel Bana, Yudit Selan, Ruba Banunaek, Marliana Lakapu, Yupic Boimau dan Jason Benu meninjau jaringan instalasi air bersih boti,

Menurut Marten jaringan tersebut mendistribusikan air bersih dari sumber mata air Oeas guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Desa Boti. Apalagi desa tersebut sudah dikenal dan sering dikunjungi wisatawan dari manca negara.

Sementara itu Dinas PRKP melalui PPK air bersih Beny Misa membenarkan, bahwa tahun 2018, jaringan perpipaan Boti tidak berfungsi karena ada yang putus. Tahun 2020, Pemprov NTT lewat program optimalisasi jaringan air bersih sudah mengalokasikan anggaran namun urung dilakukan karena anggarannya terkena rasionalisasi untuk penanganan Covid 19.

“Tahun 2020 kemarin sebenarnya mau diperbaiki tapi anggaran yang sudah dialokasikan Pemprov terkena rasionalisasi. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi terkait alokasi anggaran. Jika tidak ada maka pihak Dinas PRKP Kabupaten sudah membuat perencanaan guna memperbaiki jaringan pipa yang putus tersebut”, ungkap Beny.

“Kita sudah buat perencanaan, Dibutuhkan anggaran dibutuhkan sekitar 200 juta untuk memperbaiki kerusakan jaringan pipa tersebut,” jelasnya.

Uksam Selan dan Piter Kefi mengatakan, kerusakan jaringan instalasi air bersih boti sudah disampaikan kepada Pemda TTS namun hingga kini belum ada upaya perbaikan pipa tersebut. Oleh sebab itu, keduanya mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki pipa tersebut sehingga kebutuhan air bersih warga Desa Boti bisa dipenuhi.

“Kerusakan jaringan instalasi ini tidak terlalu parah, sehingga kita dorong agar Pemda TTS segera tangani tanpa perlu menunggu dari Pemprov NTT,” pinta keduanya.

Wakil ketua DPRD, Yusuf Soru juga mendorong hal yang sama. Menurutnya jaringan instalasi air bersih Boti merupakan aset Pemda sehingga Pemda memiliki kewajiban untuk merawat dan memperbaiki kerusakan jaringan tersebut.

“Jaringan instalasi air bersih itukan sudah diserahkan kepada Pemda dan menjadi aset. Selain itu, yang menikmati air bersih inikan masyarakat TTS sehingga Pemda harus segera memperbaiki jaringan yang rusak tersebut,” dorongnya.

Untuk diketahui jaringan perpipaan ini dikerjakan sekitar tahun 2015 menggunakan dana yang bersumber dari APBD Propinsi. Tahun 2018, jaringan pipa yang membentang di atas jembatan kayu putus usai jembatan kayu ambruk terbawa banjir dan dua titik lainnya putus akibat longsor.



Reporter: YOR T


Komentar