Beranda Hukum & Kriminal Jasa Raharja Santuni Dua Pelajar Korban Kecelakaan Maut di Jalur 40

Jasa Raharja Santuni Dua Pelajar Korban Kecelakaan Maut di Jalur 40

816
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Dua pelajar di Kota Kupang meninggal dunia akibat kecelakaan maut antara Dump Truk dan Sepeda Motor Suzuki Smesh. Hal ini berdasarkan Laporan Polisi dari Unit Laka Polres Kupang kota bahwa telah terjadi kecelakaan maut di Jalan Jalur 40 dekat perumahan 1000. Kelurahan Manulai, Kecamatan Alak, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Kecelakaan melibatkan Mobil Dump Truck DH 9355 AH dengan Sepeda Motor Suzuki Smesh DH 6579 BG

Peristiwa kecelakaan ini menyebabkan pengendara Sepeda Motor meninggal di tempat sementara penumpang yang dibonceng meninggal di Rumah Sakit. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (27/12/2019) sekitar pukul 15.30 WITA.

Hal ini disampaikan oleh Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT Pahlevi B. Syarif melalui Kepala Penanggung Jawab Pelayanan dan Humas Laurensius Ade Suyanto pada Sabtu (28/12/2019).

Bedasarkan laporan Polisi tersebut dan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017, tentang Besaran Santunan dan Sumbangan Wajib Dana kecelakaan Lalu Lintas jalan yang meninggal dunia atau cacat tetap, ahli waris korban mendapatkan Santunan Rp 50 juta, santunan cacat tetap maksimal Rp 50 juta serta tambahan penggantian Biaya P3K sebesar Rp 1 juta. Kemudian santunan santunan perawatan maksimal Rp 20 juta, penggantian biaya penguburan bagi yang tidak memiliki ahli waris Rp 4 juta, dan penggantian biaya ambulans Rp 500 ribu.

Gerak Cepat Jasa Raharja

Petugas Jasa Raharja Laurensius Ade Suyanto begitu mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut langsung bergerak cepat menghungi pihak kelaurga dan melalukan survey ke rumah duka. Setelah tiba di rumah duka bertemu dengan keluarga untuk menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan agar proses dana santunan segera dicairkan.

Menurut Laurensius Ade Suyanto Korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara Dump Truk dan Sepeda Motor Suzuki Smesh. Tabrakan ini mengakibatkan pengendara Sepeda Motor Rivaldy Nikolaus Bajo (16) pelajar kelas 2 SMA Sincarolus penfui putra dari Laurensius Bajo dan Rince Agustina Taka meninggal di tempat. Sedangkan Marselino Candra Seran (15) pelajar Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Bolok, putra dari Dogobertus Seran dan Frida Seran meninggal di rumah sakit Baromeus Sikumana. Dua orang meninggal dunia. Keduanya adalah pelajar. Musibah kecelakaan yang terjadi menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Santunan untuk korban meninggal, akan segera diserahkan kepada ahli waris yang sah pada kesempatan pertama. Mengingat saat ini petugas Jasa Raharja masih melakukan pendataan ahli waris dan survei ke domisili ahli waris di Rumah duka di RT 22/RW 10. Dusun 4 Desa Mataair Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. NTT, untuk memastikan santunan yang diserahkan tepat sasaran”, jelas Laurensius.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya bahwa korban kecelakaan terjamin Jasa Raharja dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 tahun 2017, bagi seluruh korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp.50.000.000.

“Kami masih terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan pihak keluarga agar penyerahan hak santunan dan pelayanan Jasa Raharja dapat berjalan dengan baik, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan,” tutup Laurensius.

.


Reporter: Robert


Komentar