Beranda Humaniora Jason Benu: Delapan Ranperda akan Dibawa ke Sidang Paripurna

Jason Benu: Delapan Ranperda akan Dibawa ke Sidang Paripurna

327
0

SoE-flobamora-news.com – Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Kabupaten Timor Tengah Selaltan pada tahun anggaran 2019 mengusulkan adanya program pembentukan peraturan daerah (propemperda) sebanyak Delapan raperda.ke sidang paripurna. Demikian disampaikan Anggota Bapem Perda DPRD, .Jason Benu S.Pt. pada, Selasa (3/11/2020).

Adapun rincian Delapan tersebut adalah:

1.Ranperda tentang penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang Disabilitas.

2.Ranperda tentang rencana detail tata ruang dan perkotaan Boking.

3. Ranperda tentang kabupaten layak anak.

4.Ranperda tentang pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja BPBD.

5.Ranperda tentang penyertaan modal.

6.Ranperda tentang pengelolaan keuangan Daerah.

7.Ranperda tentang retribusi jasa umum, dan yang ke

8.Ranperda tentang pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Ketua Bapemperda Jason Benu,S.Pt kepada awak media selasa,(3/11/2020) di ruang komisi II DPRD TTS, bahwa, ada 15 Ranperda yang di di ajukan, namun yang diterima dan yang akan di bahas hanya delapan Ranperda. dan dari delapan salah satunya adalah Ranperda tentang penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang Disabilitas Kabupaten Timor tengah selatan, yang telah dibahas oleh DPRD kabuoaten TTS pada beberapa hari, dan pembahasan sebelumnya, sudah sampai pada titik keharmonisan.

Beberapa poin yang dibahas yakni penghormatan perlindungan dan Pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Lanjut Jason, bahwa memang ada beberapa materi yang sudah dibahas dan ada yang belum, namun kami akan segera membahas semuanya agar secepatnya di sahkan untuk berlakukan.

Dari delapan Ranperda yang akan dibahas, semua akan masuk dalam pembahasan di paripurna kecuali pernyataan modal. Karena kami belum bisa pastikan nilai uangnya. jelas Jason.

Tujuannya ranperda untuk mebahas beberapa poin yang sdh dituliskan diatas untuk kemajuan daerah TTS kedepan.

Selain pernyataan ketua Ranperda, ada juga Anggota Ranperda, Habel Hoti mengatakan bahwa, semoga dengan adanya Ranperda ini pihak pemerintah kabupaten TTS dan DPRD TTS bisa bekerja sama untuk menemukan solusi terkait poin-poin yang akan dibahas pada paripurna nanti.

Kata Habel, jangan dengan adanya Ranperda ini terus kita saling membenci satu dengan yang lain. Ujarnya.

Harapan dari pembentukan ranperda khusus disabilitas semoga kedepan difabel bisa melakukan aktifitas atau berbagai kegiatan, sehingga para penyandang difabel tidak merasa terabaikan.

Tim perancang hukum membantu Bapemperda sejak tahap awal dgn melakukan FGD atau Forum Grup Discution di beberapa sampel lokasi kecamatan.

Lokasi assesment ranperda tentang Penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang Disabilitas ada sembilan kecamatan, antara lain adalah,
Kuanfatu, Kolbano, Amanuban Timur, Amanuban Tengah, Kota Soe, Amanuban Selatan, Molo Selatan, Amanatun Selatan dan Pollen.

Selain itu juga Tim Perancang/peneliti melakukan assesment dengan semua Perangkat Daerah se-Kab. TTS untuk menggali data dan Informasi seputar materi yang berkaitan dengan Ranperda yang akan di bahas..

Ada tiga aspek yg didalami yaitu NORMA, STRUKTUR dan PROSES. Norma atau terkait ketersediaan aturan atau payung hukum, Struktur terkait tersedianya kelembagaan yang melaksanakan hal hal perlindungan hak disablitas.

Sedangkan proses yaitu terkait kondisi dilapangan sehingga cukup komprehensif krn dari hasil assesment maka disiapkan Naska Akademik sebagai pemenuhan syarat pembuatan Ranperda baru.

Kegiatan bapemperda DPRD TTS juga sudah melakukan publik hearing atau siaran interaktif di LPPL RSPD SoE dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Sementara ini tinggal menunggu proses asistensi dari biro Hukum. provinsi NTT.

Dalam penjelasan ketua Bapemperda, Jason Benu juga mengatakan bahwa, di Nusa tenggara timur yang baru menerapkan perda tentang Disabilitas ada kota kupang, dan yang akan menyusul adalah kabupaten timor tengah selatan (TTS).


Reporter: YOR T


Komentar