Beranda Hukum & Kriminal Kapolres Kampar Diminta Ciduk Syamsunir Dkk, Diduga Lakukan Penyerobatan dan Pengrusakan Lahan

Kapolres Kampar Diminta Ciduk Syamsunir Dkk, Diduga Lakukan Penyerobatan dan Pengrusakan Lahan

186
0

KAMPAR, Flobamora-news.com – Diduga lakukan penyerobotan dan pengerusakan lahan seluas 1 Hektar 20 meter, Ivo Nila Kresna selaku pemilik lahan melalui Kuasa Hukumnya Adil Mulia S.H. meminta Kapolres Kampar Ciduk Syamsunir dengan kawan-kawan (dkk). Lahan tersebut berlokasi di Desa Kualu Kecamatan Tambang Kabuoaten Kampar Provinsi Riau pada, Minggu (28/02/2021)

Tampak terlihat oleh beberapa awak media online (siber) ada Dua unit alat berat sedang bekerja melakukan pengerukan tanah, di atas lahan seluas Satu Hektar 20 meter milik Ivo Nila Kresna.

Dua alat berat yang sedang bekerja langsung diminta oleh Ivo Nila Kresna untuk tidak di keruk, namun permintaan tidak diindahkan oleh operator sehingga terjadi sedikit keributan. Seorang pria yang mengaku Syamsunir meminta untuk tetap bekerja melakukan pengerukan tanah. Suasana semakin memanas, melihat situasi yang tidak kondusif  Armon Chan Babinsa Kodim meminta agar dihentikan dan keluar dari kawasan  tersebut.

“Lahan yang saat ini diduga diserobot dan dirusak  jelas lahan milik ibu Ivo Nila Kresna.” ungkap Adil Mulia S.H.  saat dimintai keterangan oleh awak media.

Tanah ini milik klien kami yang dibuktikan dengan data yang kita miliki berupa SHM (Surat Hak Milik) yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar dengan nomor 3024 tertanggal 23 November 2007 atas nama Soewarto”, ungkap Adil.

Kenapa saya katakan tanah ini milik Ivo Nila Kresna selaku klien saya?, Dikarenakan Ivo merupakan anak kandung (Ahli Waris) dari Almarhum Soewarto. Jadi darimana tanah ini milik Syamsunir Dkk, yang sementara klien kami jelas-jelas memiliki data yang akurat. Apa ada data surat tanah tertinggi, setelah Surat Hak Milik (SHM) yang di keluarkan oleh Badan Pertanahan Kabupaten Kampar ?. beber dan tanya Adil kepada awak media yang mewawancarainya.

Adil meminta Kapolres Kabupaten Kampar segera tangkap pelaku dugaan penyerobotan dan pengerusakan lahan milik klien kami dan sudah melakukan laporan ke Mapolres dengan nomor
Laporan : STPL-LP/34/II/2021/Riau/Res Kampar.

Dengan proses laporan yang dilakukan oleh klien kami, kita berharap dugaan pelaku mafia tanah yang diduga kerap melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat turut terungkap dan tertangkap”, harap Adil.

Sementara itu Ivo Nila Kresna yang didampingi Adil yang dimintai tanggapan oleh awak media membenarkan adanya penyerobotan dan pengerusakan lahan yang diduga dilakukan oleh oknum yang bernama Syamsunir dkk.

” Benar lahan ini milik kami, dimana tanah ini adalah tanah yang dimiliki oleh ayah kandung saya yang bernama Soewarto yang saat ini sudah Almarhum dengan bukti SHM yang dikeluarkan oleh Pertanahan yang kami miliki selaku ahli warisnya”, kata Ivo

“Kami yang hadir saat ini adalah ahli waris yang memiliki tanah ini. Untuk itu kami menghentikan kegiatan Syamsunir dkk sebagaimana informasi yang kami peroleh dari warga setempat dan para sempadan kami dan seperti yang dilihat oleh bapak-bapak dan ibu wartawan saat ini”, kata Ivo dengan nada agak geram

“Selaku ahli waris kami telah melaporkan terduga ke Polres pada Kamis (25/02) lalu. Kami memohon kepada bapak Kapolres agar segera memproses laporan kami ini. Karena kami selalu disusahkan oleh Syamsunir dkk, sehingga kami banyak mengalami kerugian Materil dan waktu untuk selalu mengawasi tanah ini apakah kembali dirusaki oleh terduga”, pinta Ivo Nila dengan nada terisak menangis dihadapan wartawan.

“Kita selaku ahli waris tidak hanya memiliki data berupa SHM saja,  tetapi memiliki data berupa Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang dengan nomor : 85/Pdt.G/2018/PN Bkn. Dimana di dalam putusan tersebut, Pengadilan menolak gugatan Sulaiman selaku Penggugat yang mengatakan tanah ini adalah milik Sulaiman yang saat ini diakui milik Syamsunir dkk. Jadi dengan dokumen yang kami miliki, kami memohon agar bapak Kapolres segera memproses laporan kami atas dugaan penyerobotan lahan kami selaku ahli waris dari bapak kami Soewarto (almarhum), dengan harapan pelaku mafia tanah lainnya dapat terungkap dan masyarakat yang menjadi korbannya mendapatkan kepastian hukum”, pungkas Ivo.


Reporter: TEAM


Komentar