Kasat Resnarkoba Polres Belu Akan Polisikan Beberapa Media


  • Bagikan
Kasat Resnarkoba Polres Belu, Iptu Ivans Drajat

BELU, Flobamora-news.com – Kasat Resnarkoba Polres Belu Ivans Drajat, S.I.K Akan Polisikan beberapa media yang menulis tentang Penangkapan Pasangan Suami istri asal Timor Leste di PLBN Motaain saat membawa 4.874 butir pil ekstasi beberapa waktu silam (29/5/2019). Hal ini dikarenakan, menurutnya, telah mengganggu kerja dari pihak kepolisian.

Ditegaskan bahwa setelah semua proses kasus penangkapan pasang suami istri kurir Narkoba itu selesai, maka dirinya akan langsung melaporkan beberapa media.

Swipe up untuk membaca artikel

“Kemarin itu saya minta jangan diliput, malah diliput. Saya tunggu proses ini selesai nanti laporan polisi datang… itu kalau saya. Intinya, saya tidak mau pekerjaan saya terganggu,” tegasnya kepada awak media usai kunjungan Konsulat Timor Leste kepada kurir Narkoba yang ditahan di Polres Belu (20/6/2019).

Dikatakan bahwa Pemerintah Timor Leste pusing akibat pemberitaan dari beberapa media tersebut. Selain itu, pihak keluarga pelaku pun kepikiran dengan kasus yang menimpa saudaranya itu.

“Pemerintah sana juga pusing dengan… saya belum pernah pers realis kok sudah menetapkan pasal hukuman sekian… keluarga di sana juga kepikiran,” ujarnya berusaha memahami keadaan pemerintah dan Pihak keluarga yang ada di Timor Leste. “Kita jangan membuat apa ya… istilah bahasa modernnya itu Hoax lah… tunggu dulu, saya belum ngomong putusannya berapa tahun, ancaman tindak pidananya.. kan saya belum ngomong”, lanjutnya.

Baca Juga :   Hati-Hati Penculik Anak Sedang Beraksi

Dirinya mengingatkan bahwa tidak ada wartawan yang kebal hukum. Karena itu, harus berbuat sesuai dengan aturan pers yang sudah diatur oleh Dewan Pers.

“Ingat, ada wartawan kebal hukum? Nggak ada to?” Demikian tegasnya.

Sebenarnya Pihak Resnarkoba Polres Belu sudah memiliki beberapa target pelaku. Akan tetapi, karena pemberitaan dari beberapa media itu membuat para pelaku akhirnya berhasil kabur.

“Kemarin peliputan pertama, namanya lengkap sekali, makanya saya jengkel… tenang aja, sebentar saya laporin biar tau to… Makanya perlu hati-hati… bukannya kita nggak mau… tapi sebenarnya jaringannya besar, akibatnya banyak tersangka yang kabur, kecewa nggak? Saya sampai kejar ke Surabaya… Jakarta… lolos juga,” kesalnya.

  • Bagikan