Kasat Resnarkoba “Usir” Wartawan Saat Meliput Pejabat Timor Leste yang Menemui Dua Tersangka Kurir Narkoba


  • Bagikan
Kunjungan konsulat Timor Leste pada Dua warga negaranya yang ditahan di Polres Belu

BELU, Flobamora-news.com – Tujuh orang warga negara asal Timor Leste yang diduga pejabat di negara itu menemui dua tersangka kurir narkoba berinisial J (34) dan M (31) di Ruangan Kasat Resnarkoba Polres Belu (20/6/2019). Kedua tersangka yang merupakan suami istri tersebut ditangkap beberapa waktu lalu oleh Bea Cukai Atambua di PLBN Motaain saat membawa 4.874 butir pil ekstasi.

Pantauan media, ada tujuh orang warga asal Timor Leste yang diduga merupakan pejabat Timor Leste tersebut datang menjenguk J dan M. Kunjungan kali ini tak seperti biasanya karena dihadiri oleh Wakapolres Belu, Kompol I. Ketut Parten, Kabag OPS Polres Belu, Kompol Apolinario Da Silva dan Kasat Resnarkoba, Iptu Ivans Drajat. Tampak salah satunya adalah agencia Consular Republica Demokratica De Timor-Leste-Atambua Belu, Paulo Da Costa Ximenes.

Swipe up untuk membaca artikel

Saat salah satu awak media gerbang-ntt.com, Mariano Parada, hendak mengambil gambar, Kasat Resnarkoba langsung bangkit berdiri dan mengusir wartawan tersebut. Padahal, saat yang sama ada beberapa orang dan juga wartawan yang sedang mengambil gambar. Namun, hanya Mariano yang diusir.

Baca Juga :   Warga RT 013 Kelurahan Oesapa Digegerkan Adanya Penemuan Bayi

“Sana…sana…jangan foto,” bentak kasat Resnarkoba, Iptu Ivans Drajat sembari mendorong Mariano.

Atas aksi Kasat Resnarkoba yang memperlakukan wartawan Media ini di hadapan para pejabat dan dua pelaku itu, membuat Mariano langsung pergi meninggalkan lokasi pertemuan tersebut.

Di akhir pertemuan tersebut, pejabat Timor Leste memberikan beberapa cendera mata kepada Polres Belu.

Kasat Resnarkoba, Iptu Ivans Drajat usai kegiatan tersebut kepada awak media membenarkan kejadian itu. Menurutnya, dirinya merasa terganggu dengan aksi dari Mariano.

“Ada (wartawan.red) yang ribut… tadi saya usir… tangan sampai ke dalam-dalam. Ini kapolres ini, masa tangan sampai ke dalam-dalam. Makanya saya usir,” jelasnya.

Ada dua orang lain yang berdiri di depan Mariano sedang mengarahkan handphon-nya untuk memotret pertemuan tersebut. Akan tetapi, malah Mariano yang diusir. “Saya tidak ribut. Saya juga mengambil gambar dari atas kepala kedua orang yang berdiri di depan saya. tapi kenapa saya yang diusir? Saya merasa dibredel saat sedang menjalankan tugas jurnalistik saya,” bantah Mariano.

  • Bagikan