Beranda Hukum & Kriminal Kaur Desa Biau Dipecat Lantaran Kritisi Kinerja Kades

Kaur Desa Biau Dipecat Lantaran Kritisi Kinerja Kades

495
0
Foto: Rumah bantuan Salah untuk warga yang tidak selesai dikerjakan

MALAKA, Flobamora-news.com –Lantaran mengkritisi kinerja Kepala Desa (Kades), Kaur Kesejahteraan Masyarakat Desa Biau, Malaka dipecat dengan tidak hormat. Pemecatan ini atas rekomendasi Camat.

Hal ini disampaikan oleh Agustinus Manek kepada wartawan di Desa Biau Kecamatan Lo Kufeu Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur pada, Minggu (19/1/2020).

Pemecatan Agustinus atas rekomendasi Camat Lo Kufeu, Laurensius Seran melalui surat keputusan (SK) nomor: 148/03/I/2020.

Dalam isi SK tersebut dilampirkan alasan dasar pemberhentian Agustinus. Ia dinilai tidak bisa bekerjasama dalam tim serta tidak beretika yang dapat menggangu pelayanan pemerintahan di desa Biau.

“Saya diberhentikan terhitung mulai tanggal 20 Januari 2020 dengan alasan yang tidak logis. Tidak ada surat peringatan sebelumnya. Setidaknya beri alasan yang rasional bukan main hakim sendiri. Ini sangat bertentangan dengan aturan,” ujar Agustinus.

Foto : Surat rekomendasi pemecatan yang ditandatangani Camat lo Kufeu, Laurensius Seran 

Menurut dia, ia dipecat karena terkait Musrembangdes di kantor Desa Biau pada 13 Januari 2020 lalu. Dalam forum itu, ia menyampaikan keluhan warga terkait mangkraknya pembangunan baik bantuan perumahan, jalan serta usaha tani.

“Karena masyarakat meminta tolong saya sampaikan di forum hari itu, makanya saya sampaikan. Saat itu, menurut Kades, dananya kurang sehingga bisanya hanya lima unit rumah dengan catatan masyarakat desa harus swadaya bahan seperti kayu,” katanya.

Saat itu, permintaan Kades soal swadaya perumahan ditolak warga dengan alasan tidak memiliki uang. Warga juga mengaku enggan karena takut pembangunan tidak tuntas seperti sebelumnya.

Rupanya, keluhan warga yang disampaikan dalam forum itu jadi ancaman bagi kepala desa, hingga berbuntut pemecatan. Meski demikian, ia mengaku menerima keputusan pemecatan dirinya.

Reporter: Dian


Komentar