Kegiatan FGD Penyusunan Dokumen Review SSK di Buka Pj. Sekda

  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Review Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Kupang Tahun 2019 di Hotel On The Rock, Rabu (18/9/2019).

Kegiatan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, SH.

Swipe up untuk membaca artikel

Kegiatan tersebut merupakan FGD ke-1 Review SSK Kota Kupang dalam proses Penyusunan Dokumen Review SSK Kota Kupang yang melibatkan banyak stakeholder untuk memperoleh masukan serta menyamakan persepsi terhadap rencana penanganan sistem sanitasi. Pihak-pihak yang diundang antara lain Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Kupang, Kepala Balai Prasarana Permukiman (Praskim) Wilayah NTT, Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Propinsi NTT, Pimpinan UNICEF Propinsi NTT, Pimpinan PLAN Indonesia Perwakilan NTT, Pimpinan CARE Indonesia Cabang Kupang, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Propinsi NTT, Direktur PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Kepala Puskesmas se-Kota Kupang, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas LHK Kota Kupang, kabid Penyehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Kota Kupang, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan dan Pengendalian Dinas PUPR Kota Kupang, Kasi Pengembangan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum dan PLP (Penyehatan Lingkungan Permukiman) Dinas PUPR Kota Kupang dan Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Kupang.

Baca Juga :   Warga RT 013 Kelurahan Oesapa Digegerkan Adanya Penemuan Bayi

Ir. Elvianus Wairata, M.Si, dalam sambutannya ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan FGD ini adalah bagian dari tahapan penyusunan dokumen review SSK 4 tahun setelah dokumen tersebut diterbitkan yaitu tahun 2014 terkhusus pada tahap penetapan zona dan sistem sanitasi. Kehadiran para stakeholder adalah untuk memberikan kontribusi membangun daerah, dalam hal penyusunan dokumen strategi sanitasi kota. Untuk itu, menurut Pj. Sekda seharusnya setiap komponen yang diundang dapat hadir semua, agar ketika sudah terbentuk produk hukum, dokumen tersebut dapat diaplikasikan secara menyeluruh.

Untuk pihak-pihak yang belum hadir, Pj. Sekda berpesan agar diupayakan dapat benar-benar terlibat dalam setiap tahapan FGD. Dirinya berharap setiap stakeholder merespon serius serta berkomitmen dalam mereviu SSK guna menjadi dokumen perencanaan standar untuk pengembangan sanitasi kota selama 5 tahun. “Dokumen ini nantinya akan memberi arah dalam pengembangan sanitasi bagi semua sektor,” tegasnya.

Dalam penyusunan dokumen reviu SSK yang telah terbentuk sejak 2014 lalu tersebut, para peserta FGD akan mengevaluasi kelebihan-kelebihan maupun kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam SSK untuk disempurnakan bagi pengembangan sanitasi 5 tahun kedepan. “Biasanya kelemahan ada pada sistem koordinasi antar lembaga,” ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Kupang tersebut.

  • Bagikan