Beranda Nasional Keijakan Negara Berikan Subsidi Menghancurkan Negara

Keijakan Negara Berikan Subsidi Menghancurkan Negara

441
0

Flobamora-news.com – Selama 10 tahun pemerintahan Esbeye (2004-2014) berapakah besaran jumlah BBM yang disubsidi ? Jumlah BBM yg disubsidi adalah sebesar 1.300 Triliun atau tepatnya 1.297,8 Triliun. Apakah besaran subsidi yg fantastis tsb sudah tepat sasaran ? Teryata tidak. Uang subsidi BBM yang sangat besar tersebut kebanyakan tidak tepat sasaran, kebanyakan yang menikmati subsidi tersebut adalah orang mampu/orang kaya, seperti mobil dan sepeda motor, uang sebesar itu teryata sebagian dibakar untuk orang mampu/kaya.

– Selama 10 tahun pemerintahan Esbeye
( 2004-2014 ) berapakah besaran jumlah Listrik yg disubsidi ? Jumlah listrik yang disubsidi adalah sebesar 672,76 Triliun. Apakah besaran subsidi listrik tsb sudah tepat sasaran ? Teryata tidak. Uang subsidi listrik tsb teryata tidak tepat sasaran, kita meyakini bahwa orang yg tdk mampu dirumahnya terpasang listrik hanya sebesar 450 VA bahkan sama sekali tdk mampu pasang listrik. Sedangkan 900 VA keatas kita meyakini mereka orang yang mampu, banyak dari mereka memiliki beraneka macam barang elektronik dan juga AC, mereka juga mampu beli rokok yang seharinya 2-3 bungkus, jadi penerima subsidi Listrik 900 VA keatas adalah kebanyakan orang yang mampu/kaya, perumahan mewah, mall, pertokoaan, dll.
Subsidi listrik sebesar 672,76 kebanyakan dibakar untuk orang yang mampu.

Itu baru 2 subsidi saja jumlahnya sudah 2 ribuan triliun, belum lagi ditambah subsidi LPG ( Gas ), dll. Jika saja subsidi secara bertahap dihapuskan maka uang subsidi yang jumlahnya ribuan triliun tsb bisa dialihkan utk membantu warga yang benar-benar miskin, dibuatkan usaha, dibangunkan rumahnya, sudah tentu akan banyak sekali manfaatnya untuk warga miskin, banyak sekali warga miskin yang akan tertolong dan terangkat perekonomian kehidupannya, dan secara fakta dan data uang subsidi ribuan triliun itu kebanyakan dinikmati orang yang mampu/kaya.

Apakah dizaman Presiden Jokowi semua subsidi telah dihapuskan ? Meskipun subsidi BBM dan Listrik sebagian telah dihapuskan tetapi tidak bisa 100% dan tetap cukup besar mendapat subsidi. Presiden Jokowi ingin menghapuskan sebagian Subsidi dan uang subsidinya dialihkan utk pembangunan yang lebih bermanfaat, tetapi Presiden Jokowi gencar diserang lawan2 politiknya/oposisi, Presiden Jokowi dibilang zalim, dgn mencabut subsidi Jokowi dibilang zalim dan tidak pro rakyat kecil, mereka telah menjadikan subsidi tsb sebagai komoditas politik, padahal secara fakta dan data selama ini penerima subsidi kebanyakan orang yang mampu/kaya.

– Meskipun sebagian subsidi Listrik dan BBM telah dihapuskan tetapi tetap cukup besar mendapatkan subsidi. Pada th 2019 subsidi listrik sebesar 59,32 triliun, sedangkan subsidi BBM pd 2019 sebesar 100,65 triliun.

– Subsidi Pupuk pd th 2019 sebesar 29,5 T.

– Subsidi Gas 3 Kg pada th 2019 sebesar
42,47 triliun, subsidi Gas 3 Kg yang sangat besar ini sebenarnya khusus diperuntukan untuk masyarakat miskin, apakah 100% benar demikian ? Teryata berdasarkan fakta data penikmat gas 3 kg ini sebagian adalah orang mampu/kaya. Presiden Jokowi pernah punya rencana supaya peruntukan gas 3 kg ini tepat sasaran utk masyarakat miskin, tetapi Presiden Jokowi diserang, dihujat, difitnah bahwa Presiden Jokowi hendak menghapuskan subsidi gas 3 kg, kenyataannya subsidi telah dijadikan komoditas politik oleh para pembenci Presiden Jokowi.

– Defisit BPJS.                                                                      Dari tahun ketahun negara Defisit BPJS dan puncaknya pd tahun 2019. Menurut Wamenkeu Mardiasmo pd Okt 2019 bahwa Defisit BPJS sebesar 32 Triliun, luar biasa, meskipun semua pengurus BPJS diganti dan managemennya diperbaiki tetap saja akan difisit terus, karena apa? Menurut fakta data bahwa 50% peserta BPJS itu tidak mau bayar premi BPJS, seperti jika istri mereka dekat melahirkan mereka buat BPJS dan setelah itu tdk mau bayar premi, ada yang operasi besar lalu buat BPJS dan setelah itu tdk mau lagi sama sekali bayar preminya, akibatnya negara defisit sangat besar dan sangat membebani APBN jika disubsidi. Sedangkan orang yang benar2 miskin sulit untuk membayar premi BPJS meskipun kelas 3, karena untuk makan sehari2 saja tdk cukup. Orang miskin harusnya gratis berobat dengan mendapatkan KIS atau kebijakan Pemda setempat yang gratiskan orang miskin berobat, KIS dan bantuan lainnya bisa tepat sasaran jika Pemda dan aparatnya mau bergerak dan Jujur dalam mendata orang miskin.

Subsidi bisa menghancurkan negara,

Para pembenci Presiden Jokowi, oposisi, lawan politik sebenarnya mereka tahu bahwa subsidi itu bisa menghancurkan negara, contohnya seperti negara Venezuela yang mana rakyatnya terus menerus dimanjakan subsidi, pada tahun 2014 Venezuela mengalami krisis hebat, rakyatnya tidak siap karena telah terbentuk mental subsidi, Venezuela bangkrut dan mengalami krisis ekonomi yang hebat karena subsidi yang tidak dibarengi dengan pengetahuan ekonomi yang benar.

Subsidi bisa menghancurkan negara,

Para pembenci Presiden Jokowi, oposisi, lawan politik Presiden Jokowi, sebenarnya mereka tahu bahwa subsidi itu bisa menghancurkan negara, tetapi para pengkhianat bangsa ini telah menjadikan subsidi sebagai komoditas politik untuk menyerang Presiden Jokowi, dengan alasan amanat UUD 45 dan Pancasila, mereka menyerang Presiden Jokowi zalim terhadap rakyat kecil, padahal sebenarnya mereka berharap dengan subsidi kas negara kosong dan negara menjadi bangkrut sehingga terjadi krisis ekonomi hebat seperti di Venezuela.

Jangan lengah,
Jangan pernah lelah mendukung Presiden Jokowi.
Kita lawan para pengkhianat bangsa ini.

*JOKOWI IS THE BEST*

#SDM_Unggul
#Menuju_Indonesia_Maju
#Dari_Kamijo_Untuk_Indonesia

Selamat Malam Saudara-Saudaraku.


Reporter: DPP KAMIJO


Komentar