Beranda Rohani Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

687
0

ATAMBUA, Flobamora-news.com

Kejadian, 41:55-57; 42:5-7a.17-24a.
Matius, 10:1-7

Bacaan pertama hari ini (11/7/2019) berkisah tentang Yusuf dan saudara-saudaranya di Mesir. Semua kita tentu tahu bagaimana kisah Yusuf putra bungsu Yakob yang dijual ke bangsa Mesir oleh saudara-saudaranya. Yusuf tidak membalas perbuatan jahat saudara-saudaranya dengan tindakan jahat, melainkan dengan memberi makan kepada mereka ketika kelaparan melanda Mesir. Yusuf melakukan apa yang sebenarnya dikehendaki Tuhan dalam kehidupan manusia.

Yesus dalam seluruh karya pewartaan-Nya selalu menekankan perihal Kasih, yang mencakup mengasihi musuh atau orang yang telah bersalah kepada kita.

Yesus dalam bacaan injil hari ini mengutus para murid: “Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”. Domba-domba yang hilang di sini termasuk mereka yang telah berbuat jahat kepada kita atau musuh.

Bukan hanya itu, wartakanlah bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat”. Sebuah perutusan yang menantang, tetapi menjanjikan sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan apapun.

Mengasihi musuh atau membalas kejahatan dengan kebaikan merupakan sebuah sikap hidup yang sering sulit dilakukan manusia kebanyakan, tetapi itulah yang dikehendaki Tuhan.

Kita ingat, kepada para para algojo yang telah menganiaya Yesus, Yesus malah tidak mempersalahkan dan membalasnya. Yesus malah mengampuni dan mendoakan mereka: “Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

Inilah cara hidup yang sejati dan benar di mata Tuhan dan sesama: kejahatan dibalas dengan kebaikan atau mengasihi musuh. Kebahagiaan hidup ada pada keberanian dan ketulusan hati kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan dan bukan sebaliknya.

Perlu diketahui bahwa, Upah besar di surga selalu ada untuk orang yang memiliki hati yang luas dan penuh belas kasih seperti yang dikehendaki Tuhan kepada para pengikut-Nya.

Karena itu, tentukan sikap hidupmu yang benar mulai dari sekarang sebab itu menentukan kebahagiaan hidup kita mulai dari sekarang dan kelak di akhirat.


Oleh: Rm. Even Seran, Pr


Komentar