Beranda Profil Kejujuran Tidak Mungkin Hianati Karir

Kejujuran Tidak Mungkin Hianati Karir

373
0

MALAKA, Flobamora-news.com –Namanya Herminus Seran, Lahir di Nunfutu, Desa Wekeke, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Juli 1986. ia adalah anak kedua dari lima bersaudara, buah hati dari pasangan Arnoldus Timu, (Almahrum) dan Orilia Seuk (Almahrumah).

Herry sapaan akrabnya, ia terlahir di keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya almarhum merupakan seorang petani, sedangkan Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sejak kecil dia selalu dinasehati oleh ayahnya untuk selalu rajin belajar, jujur dan baik terhadap sesama.

Ketika berumur 7 tahun, ia memulai pendidikan di SDI Nunfutu, kemudian setelah lulus pada tahun (1990), dia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri Mamsena Kabupaten TTU. Selepas lulus dari SMP di tahun (1993), ia melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Kefamenanu dan tamat (1996), Kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Indonesia (AKOPIN) Ratu Jelita Kupang dan mendapatkan gelar Diploma Tiga (D3) tahun (2002). Oleh karena berprestasi ia dikukuhkan menjadi lulusan terbaik dengan IPK pujian.

Ketika lulus Diploma Tiga, dia berniat melanjutkan pendidikan mengambil Strata satu (S1), namun karena keadaan ekonomi keluarga yang terbatas dirinya tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Herminus Seran, A.Md, kemudian memutuskan untuk menjadi petani yang produtif. Ia ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa hanya dengan sumber daya manusia yang mapan, orang bisa mengelolah sumber daya alam yang tersedia dengan lebih modern.

Menjadi petani modern tidak akan mempersulit petani dalam hal membersihkan maupun menanam benih secara efektif dan efesien. Hal itu ia membuktikan dengan mengelolah kebunnya dengan luas sekitar setengah hektare, dengan cara membersihkan yang berbeda. Ia mulai memperkenalkan cara sederhana yang pernah ia lihat seperti menyemprotkan obat beracun diatas permukaan tanah yang berumput, dan mempraktikkan cara menanam berbaris. Lima tahun ia bertani, menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk harus mampu mendorong anaknya melanjutkan pendidikan ke Perguruan tinggi.

Saat itu dikampung halamannya, ia menjadi orang pertama yang telah mendapat gelar Diploma tiga.

Karena masyarakat menganggap ia mampu memimpin Desa, Herminus kemudian dipanggil ketua adat kampung untuk menjadi salah satu calon kepala Desa Wekeke di tahun 2007.
Puji Tuhan ia berhasil menjadi pemenang Pilkades saat itu dan dilantik menjadi kepala Desa Wekeke tahun 2007-2010.

Tiga tahun menjadi kepala Desa ia kemudian mengikuti seleksi CPNS, dan atas berkat Tuhan, Herminus berhasil lulus seleksi CPNS tahun 2010, dan ditetapkan menjadi staf pegawai Negeri Sipil di istansi kantor Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Karena memiliki kebiasaan bekerja secara jujur dan transparan, ia kemudian diberikam tugas tambahan sebagai Bendahara Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, pada tahun (2012–2016).
Menjadi Penjabat Desa Nabutaek, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. (2015–2017).
Pembuat Dokumen Keuangan pada Dinas Komunikasi dan Informatika (KomInfo) Kabupaten Malaka (2017–2018).
Bendahara Dinas Komunikasi dan Informatika, (KomInfo)
Kabupaten Malaka. sampai Saat ini (2019).

Karena sudah memiliki penghasilan tetap, ia kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi untuk mengejar gelar sarjana strata satu, di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisip) Fajar Timur Atambua Kampus II Haitimuk, Betun-Malaka saat ini.

Baginya KEJUJURAN merupakan kunci utama dalam meniti Karir di dunia kerja. Oleh karenanya ia selalu jujur dalam bekerja, karena kejujuran tidak mungkin menghianati karir.


Reporter: Herrry Metak


Komentar