Beranda Hukum & Kriminal Kekayaan Willybrodus Lay Bertambah tak Wajar Selama Empat Tahun Berkuasa Sebagai Bupati...

Kekayaan Willybrodus Lay Bertambah tak Wajar Selama Empat Tahun Berkuasa Sebagai Bupati Belu

1001
0

Belu, Flobamora-news.com – Kekayaan Bupati Belu Willybrodus Lay bertambah tak sewajarnya selama empat tahun. Kekayaan yang terdata mulai saat dirinya menalonkan diri pada tahun 2015 lalu meningkat 6.4 Milyar dalam kurung waktu hanya empat tahun.

Sesuai dengan UU No 28/1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari KKN, setiap penyelenggara Negara wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta bersedia diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan sesudah menjabat. Lalu bagaimana dengan Bupati Belu, Willybrodus Lay yang pada Pemilukada 2020 ini kembali mencalonkan dirinya berpasangan dengan Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan?

Berdasarkan penelusuran pada laman https://elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan pribadi Bupati Belu periode 2015-2021 pada akhir 2019 tercatat sebesar Rp 15.414.152.527 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 6.445.294.661 dibandingkan kekayaan yang dilaporkan pada saat pencalonan 2015 silam sebesar Rp.8.968.857.886 dan mata uang asing USD 27,212.

Kenaikan terbesar diperoleh dari komponen Harta Tidak Bergerak Tanah dan Bangunan, dimana pada 2015 dilaporkan sebanyak 17 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Belu dan Kota Kupang dengan nilai total sebesar Rp 6.075.000.000 bertambah menjadi 43 bidang dengan total nilai sebesar Rp 11.505.577.000.

Penambahan yang signifikan juga berasal dari Harta Bergerak Kas dan Setara Kas dimana pada tahun 2015 dilaporkan sebesar Rp 2.171.357.866 dan USD 27.212 bertambah menjadi Rp 3.553.575.527 pada LHKPN Periodik 2019 yang dilaporkan pada tanggal 28 April 2020 dengan NHK 207767.

Pada laporan ini, Bupati Belu tidak mempunyai kas dalam bentuk mata uang asing. Komponen harta lainnya yang dilaporkan adalah Harta Bergerak Transportasi dan Mesin senilai Rp 155.000.000 dan Logam Mulia sebesar Rp 200.000.000.

Dengan gaji dan tunjangan kepala daerah sesuai PP No.75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara, gaji pokok bupati sebesar Rp 2.100.000 dan tunjangan jabatan sebesar Rp 3.780.000. Sementara biaya penunjang operasional kepala daerah ditetapkan sesuai besaran Pendapatan Asli Daerah dengan rentang 400 juta sampai dengan 500 juta merujuk pada besaran PAD Kabupaten Belu 2020 sebesar Rp 101.79 milyar.

Sayangnya, dari laporan kekayaan yang dimasukan itu, masih banyak aset seperti Asphalt Mixing Plant (AMP) milik Willy Lay, dan alat transportasi serta mesin yang tidak ikut didata. Padahal, dalam beberapa momen, Bupati Belu mengaku bahwa dirinya memiliki AMP di Lelowai, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu

Willy Lay yang dihubungi awak media pada, Selasa (27/10/2020) melalui pesan Whatsapp belum menjawab pesan tersebut. Awak media pun kembali menghubungi melalui telephon seluler pun tidak mengangkat telepon tersebut.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar