Beranda Humaniora Keluarga Besar LTI Serahkan Bantuan Bagi Lima Korban Angin Puting Beliung di...

Keluarga Besar LTI Serahkan Bantuan Bagi Lima Korban Angin Puting Beliung di Kota Kupang

404
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Ditengah Pandemi Covid-19, Keluarga besar Laskar Timor Indonesia (LTI) terus melakukan giat aksi sosial kemanusiaan. Giat kali ini berupa bantuan bagi Lima korban bencana angin puting beliung di Lima kelurahan berbeda, yaitu di Kelurahan Penkase oeleta, Manutapen, Fatufeto, Oebobo dan Naimata, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur pada, Minggu (30/8/2020).

Ketua LTI Pendeta Ady Ndiy M.Th. mengatakan, bahwa kegiatan aksi tanggap darurat bencana berupa bantuan sosial kemnusiaan ini adh menjadi komitmen kami LTI. Kami hadir bukan sekedar untuk melawan radikalisme, tetapi juga untuk menolong sesama yang menderita karena bencana alam dan lain sebagainya.

“Bencana angin badai beberapa hari ini merusak banyak rumah warga, kami tdk bisa menjangkau semua, karena kami juga masih terbatas dalam banyak hal. Namun keterbatsan kami ini tidak menyurutkan niat dan semangat kami untuk berpartisipasi aktif dalam aksi sosial kemanusiaaan. Karena itulah secara spontan semua anggita berkumpul tangal 29 Agudtus malam. Kami rapat hanya Dua jam lalu esoknya atau tepatnya hari ini kami bergerak kelima titik di Kota Kupang untuk menyalurkan bantuan yang merupakan hasil dari donasi semua anggota LTI dan pendukung LTI. Bantun yang terkumpul kami belanjakan dalam bentuk sembako, kasur lantai, seng, paku, kayu dan lain-lain”, jelas Ady.

Adapun bantuan yang disalurkan hari ini :

1. Kepada oma Orpa Mona Weo Rt. 6/ RW 02 kel. Oebobo rumahnya tertimpa pohon lontar yg tumbang. Sumbangan yg disalurkan berupa beras 1 karung 20 kg, minyak goreng 2 liter, Mie Instan 1 dus, Telur ayam 1 rak, 1 buah kasur Lantai dan pakaian bekas secukupnya. Dan kmi sdh koordinasi dgn pemkot untuk petugs dr pemkot dtg menyesor pohon yg tumbang tersebut karena masih menindih rumah oma Orpa.

2. Keluarga Bapak Boby Kasim, seorang Muslim yang tinggal di kelurahan Penkase -Oeleta, Rt. 26. Seluruh atap rumah terbongkar dibawa angin.

Bantuan yg disalurkan berupa beras 20 kg, Mie Instan 1 dus, telur ayam 1 rak, minyak goreng 2 liter dan kasur lantai 1.

3. Ama Steven Dohawu, Kelurahan Manutapen,dimana atap rumah bahagian belakang terbongkar dibawa angin. Disini kami saluran seng baru 16 lembar, kayu 8 batang, paku seng 1 kilo, paku 10 cm 1 kg, paku 12 cm 1 kg, em seng 2 rol, beras 30 kilo, minyak goreng 2 liter, telur 1 rak, Mie Isntan 1 dus dan Kasur lantai 1. Dan kmi gotong royong bersama tetangga kerjakan atap rumah sampau selesai.

4. Mama Mana Ufi, seorng janda, anaknya juga anggota LTI, rumahnya sdh harus segera dibedah /bangun ulang krn terancam roboh.sdh sangat goyang sehingga rumah hrs ditahan dgn kayu penyanggah disalah satu sisi, jika tidak pasti roboh. Disini kami salurkan telur Satu rak, mie instan Satu dus, beras 30 kg minyak goreng Dua liter. kami buat video seruan dan permohonan kepada Pemerintah Kota agar mama janda Mana Ufi bisa mendapat bantuan bedah rumah dari Pemkot kupang .

5. Rumah bapak Petrus Ratu, kelurahan Fatufeto, tepat dibelakang kantor PELNI. Beliau seorang pemulung, rumahnya Lebih tepat gubuknya Sangat tdk layak huni, dan sudah terbongkar, sehingga hrs dibangun baru dr nol, walaupun hny darurat. krn itu LTI Bertekad hari sabtu depan tgl 5 septmber akan kembali untuk gotong royong kerja dirikan rumah/gubuk darurat layak huni bagi bapak Petrus Ratu. Tadi kami sdh salurkan seng baru 11 lembar dan 1 buah kasur lantai,

“Kami buat video seruan dan permohonan kepada Pemerintah Kota agar mama janda Mana Ufi bisa mendapat bantuan bedah rumah dari Pemkot kupang”, ujar Ady .

“Kami usahakan kumpulkan bantuan untuk bisa bangun sebuah rumah atau gubuk yang sederhana, Satu air dengan ukuran 3×4. Kecil tapi layak dihuni. Untuk itu kami masih butuh kayu untuk Empat tiang utama, kayu untuk regel, kayu untuk lata, tripelks atau bebak (pelepah gewang) untuk dinding, paku seng 1 kilo, paku 12 cm 1 kilo, paku 10 cm 1 kilo, paku 3 cm 1 kilo, semen 1 sak, beras 20 kg, minyak goreng 2 liter, alat masak untuk bpak petrus berupa sebuah tacu/wajan kecil, 2 buah periuk kecil, 1 buah kompor minyak tanah,1 buah alkitab besar, 1 buah kelambu, 2 buah tripleks untuk pintu”, jelas Ady.

Sementara itu Sekretaris LTI Boby Hanas mengharapkan agar semua kebutuhan untuk bangun rumah 3×4 meter buat bapak Petrus dan juga bantuan lainnya bisa tersedia sebelum hari Sabtu, agar Sabtu pagi tanggal 5 September semua anggota LTI akan kembali ke lokasi untuk gotong royong bangun rumah bapak Petrus. Untuk sementara, selama gubuknya belum jadi, bapak Petrus tidur di teras depan rumah tetangga.

“Berdasarkan infirmasi dari RT, Kondisi Bapak petrus sdh diadukan ke kelurahan setempat. Tetapi bapak petrus tidak bisa mendpt bantuan pemerintah krn alasanya tmpt dia membangun gubuknya bukan tanah pribadinya. Karena itulah LTI setelah berkoordinasi dgn tuan pemilik tanah tempat bapak petrus membangun gubuknya, tuan tanah ijinkn bangunkan sebuah bangunan/gubuk sederhana bukn permanen tapi layak huni, krn bapak petrus sdh tinggal ditanah itu selama 30 thn seklaigus menjaga tanah itu. Ia hidup sebatangkara tanpa keluarga dan anak isteri”, ujar Boby.

Dilain pihak Bendahara LTI Martin mengatakan bantuan sosial dikemudian hari, kami salurkan tanpa pandang bulu, atau RAS. Bantuan ada yang beragama muslim juga kami bantu, karena masalah kemnusian, masalah semua manusia, masalah sesama, masalah kita.

“Kita hars peduli kepada sesama yg susah tanpa melihat kepada katar belakang suku dan agama”, katanya.

“Kami berharap aksi kami hari ini bisa mendorong ormas dan kelompok atau elemen-elemen lain tergerak untuk melkukan hal yang sama kepada korban-korban lain yang tidak dapat kami jangkau karena keterbatasan kami. Bencana ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi tanggungjawab dan kewajiban setiap insan bagi sesamanya yang susah. Karena semua mereka yang terkena bencana adalah sudara kita sesama anak bangsa, sesama kita manusia yang juga dikasihi dan dibantu”, tutup Martin.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar