Beranda Pendidikan Keluarga Besar SMK Negeri 4 Kupang Adakan Perpisahan Dengan Guru Elissa

Keluarga Besar SMK Negeri 4 Kupang Adakan Perpisahan Dengan Guru Elissa

705
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur mendapatkan guru Frontir (Guru Relawan) Elissa dari Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Kepala sekolah Semy Ndolu S.Pd di ruang kerjanya, Sabtu (18/5/2019)

Menurut Semy, Elissa adalah guru frontir yang diperbantukan di sekolah kami yang kedua. Dan kami sudah menunjuk Bapak Abraham Djunina sebagai orang tua angkat bagi Elissa. Keluarga ini sudah menjadi orang tua asuh bagi guru frontir yang datang di sekolah kami.

“Perpisahan ini membuat kami merasa kehilangan dan sedih bukan saja bagi kami guru-guru tetapi anak-anak kami juga merasa kehilangan sosok guru yang luar biasa yang dekat dengan anak-anak kami dan selalu memberi keceriaan, memberi motivasi dan mereka selalu bercanda Elissa.

“Tetapi perpisahan ini memang harus terjadi karena tugas dan tanggung jawab sebagi guru frontir (relawan) di sekolah kami sudah selesai”. Ujar Semy

Sementara itu orang tua asuh Elissa Abraham Djunina mengatakan, kami keluarga bersyukur karena SMK Negeri 4 ini masih mempercayakan kami sekeluarga menjadi orang tua asuh bagi Elissa. Tentu kita datang dari latar belakang yang berbeda tapi yang kita cari bukan perbedaannya tapi kesamaannya.

“Kami keluarga sudah Dua kali dipercayakan oleh sekolah ini untuk menjadi orang tua asuh bagi Larissa dan Elissa. Kalau Larissa saya sering bawa ke Baun untuk makan di sana dan dia sangat senang, berbanding terbalik dengan Elissa makan nasi sedikit sekali satu hari hanya dua sendok makan itu saya sudah bersyukur sekali. Dia lebih suka makan sayur dan buah-buahan. Elissa orangnya disiplin”. Kata Abraham

“Untuk komunikasi kebetulan Elissa bisa berbahasa Indonesia karena itu kami sekeluarga sangat mendukung dia agar bisa lancar dalam berbahasa Indonesia”. Tambah orang tua asuh Elissa

Kami sekeluarga sangat sedih karena selama setahun ini kita selalu bersama dan saat ini Elissa akan kembali ke negara asalnya. Terus terang saya sangat sedih tetapi saya tidak menunjukkan kesedihan saya di depan Elissa.

“Saya dan keluarga sangat dekat sekali dengan Elissa. Elissa akan pergi saya sangat sedih sekali karena perpisahan ini. Saya dan keluarga siap menjadi orang tua asuh lagi kalau ada lagi guru frontir itupun kalau sekolah ini mempercayakan kami”. Ujarnya sedih

Sementara Elissa menuturkan, saya bertugas di Indonesia ada Tiga Tahun. Saya senang bertugas di Indonesia di sini orang-orang menerima saya sebagai keluarga dan guru yang sangat dihormati. Di sini saya dapat belajar berbagai budaya daerah masing-masing.

Saya punya pengalaman di Jawa di sekolah Adiyaksa kami berbagi tentang agama dan budaya. Tapi di sini Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 berbeda bahasa budaya dan karakter anak yang berbeda.

“Sebagai guru bahasa Inggrua, saya mengajar anak tujuannya bukan ke Universitas tetapi bagaimana mereka dapat belajar bahasa inggris buat bekal mereka ketika tamat dapat bersaing dan menjual produk mereka kepada tourist atau perusahan asing yang bergerak di dunia wirausaha”. Ujar Elissa

Ada beberapa anak yang siap di dunia nyata. Saya sebagai guru bahasa Inggris mengajar dan mempersiapkan anak anak untuk terjun di dunia nyata.

“Bagi jurusan tekstil saya mendukung mereka lewat bahasa inggris tentang perusahaan tekstil untuk mereka menjual ke Tourist (pelancong). Saat mereka tamat, saya berusaha untuk membuka wawasan mereka agar siap bersaing di dunia wirausaha”. Kata Elissa

Saya saat ini siap untuk kenbali kenegara asal saya di Amerika. Saya sangat sedih karena selama Satu Tahun ini kita sudah bersama saya ingin tetap di sini tapi karena tugas, ya saya harus kembali untuk membantu perusahan saya menyiapkan kurikulum bagi anak-anak terlantar, korban peperangan dan anak-anak fakir miskin yang ada di seluruh dunia termasuk Indonesia. (Rbt)

KOMENTAR ANDA?

Komentar