Beranda Lintas NTT Kementerian Pendidikan Bekerjasama Dinas PKPO Malaka Adakan Bimtek Bagi Guru

Kementerian Pendidikan Bekerjasama Dinas PKPO Malaka Adakan Bimtek Bagi Guru

506
0

MALAKA ,Flobamora-News.com- Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Malaka (PKPO) siap implementasi Trisentra pendidikan di sekolah melalui program dalam hubungan interaksi antara sekolah, orang tua dan masyarakat,
dalam tataran rill sesungguhnya. Hal ini sudah dilakukan di sekolah namun perlu disempurnakan melalui program kerja yang riil dan terukur.

Ada empat program yang harus dilaksanakan sesuai hasil bimbingan teknik yakni Pertemuan orang tua  dengan wali kelas tiap semester dua kali. Pembentukan kelas parentesis sekali pertahun,  menghadirkan tokoh berpengaruh untuk memberikan inspirasi kepada peserta didik dan pentas karya seni setiap akhir tahun.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka saat membuka kegiatan Bimtek Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga bagi para guru yang bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan RI di Betun , Rabu (21/8-2019) malam, Petrus Bria Seran membuka pidatonya dengan  menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan RI yang datang memberikan ilmu kepada para penyelenggara pendidikan dan pengawas di Kabupaten Malaka melalui kegiatan Bimtek dan Sosialisasi yang digelar selama empat hari kedepan.

Kadis Petrus Bria berharap kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan mengingat Malaka berad di kawasan perbatasan negara sehingga melalui materi yang disajikan bisa menguatkan seluruh keluarga di daerah perbatasan karena keluarga kuat pasti negara juga kuat.

“Kita harapkan para guru yang mengikuti kegiatan ini bisa menjadi contoh di lingkungan keluarganya sendiri dan bisa ditularkan kepada keluarga-keluarga lain disekitarnya”. Kata Kadis PKPO Malaka.

Dalam Kesempatan yang sama,
Kepala Program pada Direktorat Pendidikan Keluarga Kementrian Pendidikan RI, Dr Sugianto, SIP secara terpisah kepada wartawan mengatakan bahwa,
tujuan bimtek ini agar kepala satuan pendidikan , para pengawas dan kepala sekolah bisa menjadi fasilitator bagaimana para orang tua mampu dan siap membawa anaknya sampai ke sekolah dan pulang sekolah.

Artinya, para orang tua harus memiliki pengetahuan lebih dari sebelumnya. Kalau dulu banyak orang tua pasrahkan saja sampai enam tahun disekolah baru orang tuanya tahu anaknya mau jadi apa.

“Dengan program ini kita berharap orang tua bisa mengawal anaknya mulai hari pertama anaknya masuk sekolah dan berkenan bertemu orang tua yang lain”.

“Kedua, kita berharap bisa tercipta kelas parenting dimana setiap sekolah harus ada kelas-kelas bagi orang tua. Kita tahu orang tua dalam menghadapi anak dalam era digital 4.0 maka treatmennya kuat sehingga orang tua perlu terlibat dalam proses pembelajaran”.

“Kepada masyarakat kita akan bekerja sama dengan BKKBN, BNN dan Kementrian Kesehatan untuk mengamankan program stunting atau kerdil yang merupakan program dari Presiden”. Ujarnya.


Reporter: Herry Metak


Komentar