Beranda Lintas NTT Kepala Desa Sipi Jena: Saya Tidak Pernah Kirim Surat Ke Kementrian

Kepala Desa Sipi Jena: Saya Tidak Pernah Kirim Surat Ke Kementrian

256
0

Foto: Kepala Desa Sipi Jena Dominggus Dasi

ENDE, Flobamora-news.com – Kepala Desa Sipi Jena Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan apresiasi kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Naional Wiayah X NTT Mocthar Napitupulu dan Satuan Kerja BJN yang telah menjawab semua keluhan masyarakat. Saya berharap kepada media jangan lagi memuat berita yang mempolitisir kami di desa. Surat itu tidak dikirim ke Kementetian sampai dengan hari ini. Hal ini diungkapkan oleh Dominggus Dasi di kafe milik Kepala Desa Detusoko Barat pada, Jumat (31/7/2020) tepat pukul 17.25 WITA di depan kantor desa Detusoko Barat.

Ketika ditanya menyangkut surat, Kepala Desa Dominggus Dasi mengakui pernah membuat Surat Pengaduan Keberatan (Nomor PMD. 412/101/DSJ/VII/2020) yang akan dikirim ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia tetapi surat tersebut sampai dengan saat ini belum di kiriim.

“Saya pernah ditanya wartawan terkait surat pengaduan tersebut, saya mengatakan benar tetapi sampai dengan saat ini surat tersebut tidak saya kirim. Saya jamin karena surat tersebut masih ada tersimpan”, tegas Dominggus.

“Kami di desa tidak berpikir ini akan jadi polemik. Karena itu saya meminta agar media-media jangan lagi memuat berita yang akan mempolitir kami di desa. Saya harap stop sudah. Kasihan kami di desa jadi tolong stop sudah”, kata Kepala Desa Sipi Jena penuh harap.

“Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Balai PJN Wilayah X Kupang terkait rusaknya sejumlah aset Desa Wolofeo, Sipi Jena, hingga Desa Detusoko Barat akibat dibongkar oleh perusahaan kontraktor (PT. Agogo Golden Group) saat pengerjaan Jalan Nasional Trans Flores, ruas Ende-Detusoko, dimana dalam tempo Dua setengah hari pekerjaan sudah hampir rampung dari janji Lima hari kerja”, kata Dominggus.

Senentara itu Kepala Bali PJN Wilayah X Mocthar Napitupulu Kupang mengatakan tapi sesuai rencana dan janji kita akan selesaikan.

“Kan ada lubang-lubang itu yang kita janjikan, memang paling lama Lima hari kerja ya, Hari Minggu kan libur ini to, tapi ini setengah hari kita kerja jadi praktisnya baru Dua hari setengah, tapi rencana kita tu besok semua lubang tertutup jadi cuman Tiga hari kita kerja. Jadi tambahan pekerjaan di mana ada batu-batu, itu ada banyak tapi kita sudah bantu angkat, nah ini bikin hancur perkerasan lama lagi, nah ini tentu tambah lagi pekerjaan, tapi sudah kita angkut semuanya”, jelas Mocthar.

“Kemudian bapak kades ke tempat kantor sudah dikerjakan, ketempat pertanian itu sudah, terus awalnya gorong-gorong itu membutuhkan waktu, tapi jni lebih cepat dari rencana kita pak.

Yang berlubang itu membahayakan lalu lintas jadi kita tuntaskan dulu. Karena ruas jalan panjangnya 950 meter. Kita jamin Lima hari tapi selasai pekerjaannya dalam tempo Tiga hari”, pungkas Mocthar.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar