Beranda Lintas NTT Kisah Haru Warga Warnai Pemasangan Listrik Gratis di Desa Perbatasan RI-RDTL

Kisah Haru Warga Warnai Pemasangan Listrik Gratis di Desa Perbatasan RI-RDTL

311
0

kisah haru warga, warnai pemasangan, listrik gratis, di desa perbatasan, ri-rdtl

ATAMBUA, Flobamora-news.com – Kisah Haru Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste wanai bantuan Listrik Gratis PLN. CSR PLN telah berikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 2000 KK di Provinsi Nusa Tenggara Timur sampai bulan Mei 2020. Dalam situasi Pandemi Covid 19 tidak menghalangi PLN untuk terus berbuat bagi masyarakat. PT PLN Persero Unit Induk Wilayah (UIW) menyalakan listrik gratis di daerah perbatasan RI- Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) persisnya di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu sebanyak 89 KK dan di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara, sebanyak 66 KK. Pemasangan di Desa Motaain diresmikan langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus lay

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Bupati Belu Willybrodus Lay,  Asisten III PemKab TTU Drs. Raymundus Thaal, GM PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko, Senior Manager SDM dan Umum Lukas Tarigan, Manager UP3 Kupang Arif Rohmatin, Manager UP2K Kupang Cahyo Gunadi, Kadis PU, Komandan Pos Perbatasan Motaain, Kabag Pembangunan, Kabag Protokol, Camat Tasifeto Timur dan Kepala Desa Silawan serta warga penerima bantuan.

Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan rasa terima kasih dan bahagia karena hari ini masyarakat desa silawan ada 89 KK penerima bantuan listrik gratis. Bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Ada tiga orang yang mewakili 87 KK penerima bantuan dikarenakan kondisi yang seperti ini kita tidak boleh berkumpul.

Menurut GM PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko menyampaikan, PLN melaksanakan tugas pemerintah melayani kebutuhan listrik masyarakat di desa-desa perbatasan negara, sebagai wilayah terdepan. Motaain dan Manamas TTU yang merupakan wilayah terdepan Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste.

“Kami secara khusus mendapat arahan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral agar PLN menyiapkan listrik yang cukup, listrik yang berkelanjutan, listrik yang handal bagi masyarakat di daerah perbatasan antara Indonesa dan Timor Leste. Khusus pos-pos perbatasan yaitu PLBN Motaain, PLBN Motamasin dan PLBN Wini. Artinya PLN akan menjadi instansi utama yang bertanggung jawab menyediakan kelistrikan untuk pemerintah yang ada di PLBN – PLBN tersebut dan masyarakat di sekitaran perbatasan, sehingga kemakmuran, kenyamanan hidup dan fasilitas kehidupan bisa lebih disediakan agar bisa lebih berkembang.”tutur Rendroyoko

Elisabet Minitakilo , yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, terharu karena hadirnya listrik di Motaain Perbatasan Timor Leste dan desa Silawan. Dengan adanya penyambungan listrik gratis kami bisa merasakan listrik sendiri yang selama ini kami minta sambung dari tetangga.

“Terimah kasih PLN sudah hadir dan penantian listrik ini berakhir, hari ini kami langsung lupa masa gelap itu begitu listrik masuk dan menyala di kami, mau beli barang elektronik juga perasaan karena listrik masih dari tetangga, Tapi sekarang kami sudah merdeka, bisa bebas mau buat apa saja di rumah karena sudah ada listrik sendiri,” kata Elisabet.

Pemasangan Listrik Bagi Warga Desa Manamas, Timor Tengah Utara

Sementara itu, Asisten III PemKab Timor Tengah Utara, Drs Raymundus Thaal meresmikan pemasangan lustrik dan disaksikan oleh perwakilan Bupati dan Ketua DPRD Hendrikus F Bana S.H., Camat dan Kepala Desa.
Pemasangan listrik tersebut di rumah Fransiska Fone warga Desa Manamas, Kecamatan Naibenu Kabupaten Timor Tengah Utara.

Raymundus mewakili Pemerintah menyampaikan banyak terimakasih kepada PLN yang telah membantu fasilistas penerangan bagi masyarakat secara keseluruhan dan hari ini secara simbolis diserahkan di Kecamatan Naibenu khususnya Desa Manamas. Karena penerangan merupakan suatu kebutuhan dasar yang oleh masyarakat dianggap kebutuhan yang sangat vital.

“Kami masyarakat di seluruh Indonesia lebih khususnya Kabupaten TTU sangat membutuhkan penerangan karena manfaatnya sangat besar untuk kebutuhan masyarakat”, kata Raymundus.

Kebahagian yang sama juga dirasakan Fransiska Fone dan anaknya yang tinggal diujung desa perbatasan mengatakan, kami sangat senang dengan adanya listrik. Kami bisa merdeka seutuhnya, lama sekali kami menanti agar bisa merasakan listrik sampai anak saya saja waktu pertama mau menyalakan lampu takut-takut, namun sekarang sudah ada listrik anak bisa belajar sampai malam.” Kata Fnraiska Fone


Reporter: Ricky Anyan


Komentar