Beranda Rohani Kita Adalah Penyalur Keselamatan Kristus Bagi Sesama  

Kita Adalah Penyalur Keselamatan Kristus Bagi Sesama  

743
0

Luk 17:11-19

Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
Ketika Ia memasuki suatu desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia.
Mereka tinggal berdiri agak jauh, dan berteriak,
“Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Yesus lalu memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.”
Dan sementara dalam perjalanan, mereka menjadi tahir.
Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria.
Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?”

Lalu Ia berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Demikianlah Injil Tuhan.
***

Saudara-saudari…
Hari ini Kita merayakan Minggu Evangelisasi. Kita dipanggil untuk mewartakan kabar gembira. Setiap orang beriman, berkat sakramen Permandian, telah ditugaskan untuk mewartakan kabar gembira, bahwa siapa yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan.

Pada Minggu Evangelisasi ini, kita mendengar Injil Kristus, yang sungguh menggembirakan, bahwa 10 orang kusta yang tinggal jauh dari komunitas; jauh dari sanak saudara, dengan sangat terbuka memohon belas kasihan Kristus. Yesus mendengarkan permohonan mereka dan menyuruh mereka untuk perlihatkan diri kepada imam-imam.

Mungkin ada yang bertanya: mengapa Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka? Mengapa Yesus harus memberi mereka pekerjaan, berjalan jauh-jauh, pergi memperlihatkan diri mereka kepada para imam? Apa yang mau diajarkan Kristus di sini?

Yesus Kristus diutus Bapa-Nya ke Dunia ini untuk menyelamatkan manusia yang jatuh ke dalam tangan setan.

Dalam proses pengajaran, Yesus juga menuntut manusia untuk berusaha agar bisa memperoleh keselamatan. Bukan saja hanya menanti dari pihak Tuhan.

Dalam proses keselamatan, Yesus juga menuntut agar manusia harus mendengarkan ajaran Tuhan dan menjalankan apa yang diajarkan Kristus. Adalah sangat tidak berguna, kalau kita hanya mendengarkan, tetapi tidak menjalankan apa yang diajarkan Kristus.

Jadi, yang mau diajarkan Kristus lewat Injilnya hari ini adalah bahwa Yesus mau melihat apakah kesepuluh orang kusta ini mendengarkan apa yang diperintahkan-Nya atau tidak.

Sewaktu Yesus meminta mereka untuk memperlihatkan diri kepada imam-imam, maka reaksi dari kesepuluh orang kusta ini adalah sangat antusias mengikuti perintah Kristus. Mereka semua bergegas pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam.

Itu berarti mereka mendengarkan dan menjalankan perintah Tuhan; mereka taat pada perintah Tuhan. Ketaatan mereka adalah awal dari keselamatan mereka. Dan selanjutnya, dalam perjalanan, mereka alami mujizat, mereka semua menjadi tahir. Iman akan Kristus sudah menyelamatkan mereka.

Saudara-saudari…
Hayatilah dan laksanakanlah apa yang diajarkan Kristus lewat Injilnya hari ini. Kalau ada kesulitan atau kebutuhan, sampaikanlah itu kepada Tuhan. Terbukalah kepada Tuhan.

Kalau Tuhan menuntut kita untuk melakukan apa yang diperintahkannya kepada kita, maka jalankanlah itu dengan setia. Ketaatan dalam menanggapi perintah Tuhan sesungguhnya adalah satu ekspresi iman kita kepada-Nya. Iman dan perbuatan kita pasti akan menyelamatkan kita.

Marilah saudara-saudari…
Kalau Yesus sudah menjalankan tugas perutusan-Nya dengan sukses, maka perbuatan yang sama haruslah kita jalankan. Tugas kita, sebagai pengikut Kristus adalah melanjutkan karya misi Kristus, yaitu mewartakan kabar gembira, agar mereka yang mendengarkan boleh mendapat keselamatan.

Kita berdoa semoga kita selalu bisa dan layak menjadi penyalur keselamatan Kristus kepada orang yang kita layani.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!


Reporter: P. Fredy Jehadin, SVD


Komentar