Beranda Kesehatan Komunitas Kopites Kupang Peduli Kebersihan Lingkungan

Komunitas Kopites Kupang Peduli Kebersihan Lingkungan

1451
0

Sampah di Arena Car Free Day Karena Ulah Penjual dan Masyarakat

KUPANG, Flobamora-news.com – Banyak orang beranggapan bahwa setiap Komunitas identik dengan hal-hal negatif. Tetapi kami Komunitas Kopites ini ingin merubah stigma masyarakat bahwa fans club sepakbola hanya utk senang-senang saja, hanya kumpul-kumpul, untuk nonton bareng dan main bola saja tetapi kami ingin menunjukan bahwa fans club itu juga peduli terhadap lingkungan dan sesama, beberapa kegiatan yang sering dilakukan yaitu donor darah, kunjungan sosial ke panti asuhan, bersih- bersih pantai dan lingkungan adalah agenda tetap Fans Club Kopites Kupang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Army Djami di arena Car Free Day, Sabtu (29/6/2019)

Perlu diketahui Komunitas Kopites telah berdiri di Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur sejak Tahun 2013.

Menurut Army, kami melakukan Program Kopites Kupang peduli lingkungan lewat aksi bersih-bersih sampah, ini merupakan agenda rutin kami di Arena Car Free day di Jalan El Tari 1 Kupang

“Pada awalnya, rencana akan dilakukan pembersihan sampah saluran air (got) di sekitar kompleks perumahan pegawai kejaksaan, tetapi karena gotnya sudah dipasang gorong-gorong sehingga fokus kami alihkan ke jalan raya dari depan Kantor Gubernur hingga ke Depan Rumah Jabatan Gubernur NTT. Dalam pelaksanaannya, kami menemukan banyak sekali sampah yg didominasi oleh plastik dan kertas. Ironisnya sampah yang ditemukan, juga berasal dari instansi-instansi pemerintah maupun non pemerintah peyelenggara kegiatan-kegiatan di Arena CFD tersebut. Padahal sebenarnya mereka dapat menjadi contoh bagi warga masyarakat biasa untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan”. Ujar Army Djami

Sementara itu Sekretaris Komunitas Kopites Valentino Serang menuturkan, sampah banyak dihasilkan oleh penjual-penjual makanan dan minuman, seperti sedotan, tissue, kertas, sisa makanan, plastik pembungkus makanan, gelas/ botol air mineral dan lain-lain. Sampah tersebut dibiarkan tergeletak begitu saja, padahal ada banyak sekali tempat sampah yang tersedia di sepanjang jalan tersebut.

“Ini wajib menjadi perhatian kita bersama, setidaknya setiap masing-masing pribadi sadar akan pentingnya buang sampah pada tempatnya. Anggap saja tempat dimana kita berada adalah rumah kita sehingga kita tidak mungkin mengotorinya, bila perlu kita ikut membersihkannya bila kotor. Ada slogan berkata demikian, “Jangan bertanya apa yang negara buat bagi warga negaranya. Tetapi tanyakan apa yang warga negara buat bagi negara”. Jangan marah kalau Kota Kupang di cap sebagai Kota Sedang Terkotor versi KLHK dalam penilaian adipura periode 2017-2018 karena begitulah Kota Kita. Hal ini dapat kita jadikan sebagai momentum untuk lebih peka lagi menjaga kebersihan lingkungan bukan saja dimana kita tinggal, tetapi dimanapun kita berada. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?. Ujar Valentino
(kopites)

Komentar