Beranda Hukum & Kriminal Korban Kecelakaan Karena Mabok Tidak Ditanggung Jasa Raharja

Korban Kecelakaan Karena Mabok Tidak Ditanggung Jasa Raharja

475
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Setiap orang yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan Dua kendaraan pasti ditanggung Jasa Raharja. Tentu ini berdasarkan UU No 34 tahun 1964 jo PP No 18 tahun 1965 pasal 10 ayat 1. Tetapi perlu diingat bahwa ada juga yang tidak ditanggung oleh Jasa Raharja. Apabila seseorang mengendarai kendaraan bermotor dalam keadaan mabok dan terjadi kecelakaan maka yang bersangkutan tidak ditanggung Jasa Raharja.

Hal ini disampaikan oleh Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT Pahlevi B. Syarif, SE, RSA, CRP, QRMP di ruang kerjanya pada Jumat (24/1/2020)

Menurut Pahlevi, setiap orang yang mengendarai kendaraan, apabila yang bersangkutan dalam keadaan mabok dan mengalami kecelakaan Lalu Lintas maka yang bersangkutan tidak mendapat santunan Jasa Raharja.

Kecelakaan karena mabok, pegendara ini tidak dijamin Jasa Raharja

“Ya kalau mengendarai kendaraan dalam keadaan mabok sangat berbahaya ini bisa menimbulkan kecelakaan bagi orang lain. Kalau terjadi kecelakaan maka korban yang dalam keadaan mabok tidak dijamin Jasa Raharja. Ini sesuai dengan UU No 34 tahun 1964 jo PP No 18 tahun 1965 pasal 13 C angka Romawi I”, tegas Pahlevi.

Perlu Diketahui Masyarakat

Jadi tidak semua kecelakaan Lalu Lintas ditanggung Jasa Raharja. Ada jenis-jenis kecelakaan yang tidak terjamin Jasa Raharja sesuai UU NO 34 tahun 1964 jo PP No 18 tahun 1965 pasal 13,” kata Pahlevi

Adapun bunyi pasal tersebut adalah:

Hak atas pembayaran Dana seperti termaksud pada pasal 10 (ayat 1) di atas dinyatakan tidak ada, dalam hal-hal  sebagai  berikut:

a. Jika korban/ahli-warisnya telah mendapat jaminan berdasarkan Undang-Undang No. 33 tahun 1964 tentang  Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan  Penumpang;

b. Bunuh diri,  percobaan bunuh diri atau sesuatu kesengajaan lain pada pihak korban atau  ahli-warisnya;

c. Kecelakaan-kecelakaan yang terjadi pada waktu korban sedang:

–  I. Dalam keadaan mabok atau tak sadar,

–  II. Melakukan perbuatan kejahatan,

–  III. Ataupun diakibatkan oleh atau terjadi karena korban mempunyai cacad badan atau keadaan  badaniah/rokhaniah luar biasa lain;

d. Kecelakaan yang terjadi tidak langsung disebabkan oleh penggunaan kendaraan bermotor atau kereta api  yang bersangkutan dalam fungsinya sebagai alat angkutan lalu-lintas jalan, yaitu misalnya dalam hal-hal sebagai berikut :

1.  Alat angkutan lalu-lintas jalan yang bersangkutan sedang dipergunakan untuk turut serta dalam sesuatu   perlombaan kecakapan atau kecepatan;

2. Kecelakaan terjadi pada waktu di dekat alat angkutan lalu-lintas jalan yang bersangkutan ternyata ada akibat-akibat gempa bumi atau letusan gunung berapi, angin puyuh atau sesuatu gejala geologi atau meteorologi  lain;

3. Kecelakaan, akibat dari sebab yang langsung atau tidak langsung mempunyai hubungan dengan perang,  bencana perang atau sesuatu  keadaan perang lainnya, penyerbuan musuh- sekalipun Indonesia tidak termasuk dalam negara-negara yang turut berperang- pendudukan, perang saudara, pemberontakan, huru-hara,  pemogokan dan penolakan kaum buruh (uitsluiting van  werklieden), perbuatan sabot, perbuatan terror,  kerusuhan atau kekacauan yang bersifat politik atau bersifat lain;

4. Kecelakaan, akibat dari senjata-senjata perang;

5. Kecelakaan, akibat dari sesuatu perbuatan dalam penyelenggaraan sesuatu perintah, tindakan atau  peraturan dari pihak Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau asing yang diambil berhubung dengan sesuatu keadaan  tersebut di atas; kecelakaan akibat dari melalaikan sesuatu perbuatan dalam penyelenggaraan tersebut;

6. Kecelakaan yang diakibatkan oleh alat angkutan lalu-lintas jalan yang dipakai, atau di-konfiskasi,  atau  direkwisisi, atau disita untuk tujuan-tujuan tindakan Angkatan Bersenjata seperti tersebut di atas;

7. Kecelakaan yang terjadi sebagai akibat reaksi inti atom.

Pahlevi, juga menyampaikan sumber dana untuk pembayaran santunan Luka – luka, Cacat Tetap dan Meninggal Dunia bagi korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas berasal dari pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Angsuran yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan bersamaan dengan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Samsat.


Reporter: Robert


Komentar