Korban Kecelakaan Karena Mabok Tidak Ditanggung Jasa Raharja

  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com –Setiap orang yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan Dua kendaraan pasti ditanggung Jasa Raharja. Tentu ini berdasarkan UU No 34 tahun 1964 jo PP No 18 tahun 1965 pasal 10 ayat 1. Tetapi perlu diingat bahwa ada juga yang tidak ditanggung oleh Jasa Raharja. Apabila seseorang mengendarai kendaraan bermotor dalam keadaan mabok dan terjadi kecelakaan maka yang bersangkutan tidak ditanggung Jasa Raharja.

Hal ini disampaikan oleh Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT Pahlevi B. Syarif, SE, RSA, CRP, QRMP di ruang kerjanya pada Jumat (24/1/2020)

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Pahlevi, setiap orang yang mengendarai kendaraan, apabila yang bersangkutan dalam keadaan mabok dan mengalami kecelakaan Lalu Lintas maka yang bersangkutan tidak mendapat santunan Jasa Raharja.

Kecelakaan karena mabok, pegendara ini tidak dijamin Jasa Raharja

“Ya kalau mengendarai kendaraan dalam keadaan mabok sangat berbahaya ini bisa menimbulkan kecelakaan bagi orang lain. Kalau terjadi kecelakaan maka korban yang dalam keadaan mabok tidak dijamin Jasa Raharja. Ini sesuai dengan UU No 34 tahun 1964 jo PP No 18 tahun 1965 pasal 13 C angka Romawi I”, tegas Pahlevi.

Baca Juga :   Upacara Penerimaan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL, Satgaspur Yonif 132/BS dan Satgaspur Yonif Raider 142/KJ

Perlu Diketahui Masyarakat

Jadi tidak semua kecelakaan Lalu Lintas ditanggung Jasa Raharja. Ada jenis-jenis kecelakaan yang tidak terjamin Jasa Raharja sesuai UU NO 34 tahun 1964 jo PP No 18 tahun 1965 pasal 13,” kata Pahlevi

Adapun bunyi pasal tersebut adalah:

Hak atas pembayaran Dana seperti termaksud pada pasal 10 (ayat 1) di atas dinyatakan tidak ada, dalam hal-hal  sebagai  berikut:

a. Jika korban/ahli-warisnya telah mendapat jaminan berdasarkan Undang-Undang No. 33 tahun 1964 tentang  Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan  Penumpang;

b. Bunuh diri,  percobaan bunuh diri atau sesuatu kesengajaan lain pada pihak korban atau  ahli-warisnya;

c. Kecelakaan-kecelakaan yang terjadi pada waktu korban sedang:

–  I. Dalam keadaan mabok atau tak sadar,

  • Bagikan