Beranda Ekonomi Bisnis Kredit Bank NTT Tahun 2019 Capai 10, 2 Triliun

Kredit Bank NTT Tahun 2019 Capai 10, 2 Triliun

1174
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Kredit Bank NTT pada tahun 2019 sudah mencapai 30,21 persen dibanding dengan bank lain. Jadi kredit kita sudah 10, 2 Triliun. Dana pihak ketiga (Market Share) 39,87 persen dari perbankan di NTT dan berhasil menghimpun dana 11 triliun. Sedangkan Aset kita sudah mencapai 34% jadi kita sekitar 14,5 Triliun.

Dari angka-angka ini pertumbuhan kita dari tahun 2018 ke tahun 2019 untuk Dana Pihak Ketiga kita bertumbuh 45,63%. Sedangkan tahun 2018 Dana Pihak Ketiga kita hanya bertumbuh 8,48% tapi 2019 kita bertumbuh 45,63%.

Hal.ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi kepada media Flobamora-news.com di Alun-alun rumah jabatan Gubernur.pada (31/12/2019).

Menurut Dirut Izhak Eduard Rihi , angka-angka ini menunjukkan Enam kali lipat, dengan Dana Pihak Ketiga RP 11 triliun. padahal periode yang sama tahun 2018 hanya 7,6 triliun kemudian kredit kita 16,56 persen.

“Pertumbuhan rata-rata menurut Bank Indonesia tahun 2019 kredit hanya 7-9 persen tapi kita bisa bertumbuh 16.56 persen. Artinya pertumbuhan kita dua kali lipat dari perkiraan Bank Indonesia. Kemudian dana pihak ketiga hanya tumbuh 10-12 persen tapi kita mencapai 45, 63 persen”, ujar Izhak.

“Dengan angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat makin meningkat, koperasi-koperasi besar dari luar semakin tertarik dana-dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Tabungan Asuransi Pensiun (Taspen) masuk cukup besar. Dana BPJS yang masuk Rp. 1,4 triliun ini yang memicu pertumbuhan kita. Kemudian dana dari pihak ketiga dari chast back dan upaya-upaya penghimpunan dana murah dari agen-agen digital dan upaya-uapaya lain yang bisa menghimpun dana”, jelas Direktur Utama.

Sedangkan laba Bank NTT tahun 2019 bertumbuh sekitar 9 persen. ini termasuk angka yang cukup baik. Jadi ditahun ini kita harapkan bisa bukukan Rp 390 -400 miliar. Padahal kinerja kita disisi kredit baru mulai bertumbuh sekitar bula Juni.

“Jadi dengan lengkapnya pengurus maka Bank NTT kinerjanya semakin membaik. Saat ini kita srdang berupaya untuk perbaikan tata kelola sehingga tingkat kesadaran kita menjadi lebih baik. Program-program Bank NTT yang sedang berjalan antara lain bagaimana kontrbusi kita kepada pembangunan daerah dan kita juga sudah meluncurkan NTT Pay mobile banking yang akan menangani I comers dan kedepan akan ada pembukaan rekening lewat NTT Pay dan kita juga sudah kembangkan dan mendorong pinjaman daerah. Kami bersyukur dan puji TUHAN srmuanya sudah disetujui dan masih dalam proses. kalau ada polemik bank ntt tidak bisa hanya Rp 180 miliar ya kita bisa sindikasi tetapi saat ini kita sedang berupaya agar penjaminan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terhadap pinjaman ini bisa dilakukan”, kata Izhak.

Ditambahkannya, Ini sebenarnya peluangnya ada dengan penjaminan persetujuan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang APBD, di mana PABD itu sudah tercantum pinjaman daerah yang memuat angsuran pokok dan bunga itu sudah bisa dijadikan jaminan. Kalau ini disetujui kita bisa lampoi Batas Maksimun Pemberian Kredit (BMPK) sehingga perfolio kita di awal tahun lansung mencapai Rp 300-450 miliar.

Disisi lain perbaikan tingkat kesehatan kemudian perbaikan penerapan manajemen resiko disemua sisi sedang kita lakukan. Kita akui di daerah yang penuh resiko ini dalam berbisnis melakukan kredit tentu banyak resiko kredit yang sedang kita upayakan untuk diatasi.

“Memanag Non Performing Loan (NPL) kita sedang belum naik tapi kita terus berupaya untuk memperbaiki kualitas kredit Bank kita ini. Sehingga NPL kita berharap masih itu masih dalam angka reins yang aman dibawah empat. Kalau untuk aturan Otoritas Jasa Keuangan maksimal Lima maka kita harus berada dibawah Lima paling Empat ke bawah ini akan kita upayakan”, ungkap Izhak.

Reporter: Robert


Komentar