Beranda Lintas NTT Lely Hayer: Air Tidak Mengalir Akibat Lempeng Modul Tidak Berfungsi dan Sebagian...

Lely Hayer: Air Tidak Mengalir Akibat Lempeng Modul Tidak Berfungsi dan Sebagian Hilang

527
0

SOE, Flobamora-news.com – Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2020 mengundang pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna mengikuti rapat bersama. Pasalnya hal tersebut guna mengklarifisi pengaduan konsumen terkait macetnya pendistribusian air bersih dan hasil uji petik di lapangan. Kegiatan tersebut berlanhsung di ruang Bamggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Selatan Provibsi Nusa Tenggara Timur pada, Selasa (11/05/2021).

Rapat ini dihadiri oleh wakil ketua II DPRD, Yusuf Soru, Ketua Pansus Marten Tualaka, Wakil Ketua Uksam Selan, Sekretaris Semuel Sanam dan Anggota antara lain: Yupik Boimau, Marliana Lakapu, Habel Hoti, Pitersius Kefi, Melianus Bana, Ruba Banunaek, Thomas Lopo, Jason Benu, dan Gaudentius Ninu, beserta para undangan dari pihak PDAM Soe dan Dinas PRKP.

Wakil ketua DPRD, Yusuf Soru mengatakan bahwa, air adalah sumber kehidupan, jadi kalau teman-teman di PRKP membangun fasilitas air dengan sungguh-sungguh, maka pasti diberkati Tuhan dan masuk sorga. Tetapi kalau kerja proyek ini dengan tujuan mencari keuntungan, maka saya pastikan dan bukan saya mendahului kehendak Tuhan, tetapi pasti tidak ada satu orang pun disitu yang masuk Sorga.

“Jadi tolong PDAM kasih data tertulis jumlah pelanggan dan tugas DPRD adalah mengawal jalannya pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Jangan sampai kritik terus narasinya digiring ke kami urus perut, isi perut dan lain-lain. Kami minta harus siap menerima setiap kriyikan”, tegas Yusuf.

Ketua Pansus, Marten Tualaka meminta kepada pihak PDAM Soe untuk dapat menyampaikan hambatan dan kendala soal manajemen air bersih di kabupaten TTS yang menjadi kewenangan dan tanggung jawabnya. Contohnya di beberapa titik yang saat peresmian airnya jalan, namun setelah beberapa minggu airnya tidak jalan sampai dengan sekarang. Tolong sampaikan kendalanya apa, sehingga kita minta pemerintah agar memfasilitasi dinas teknis untuk memperbaikinya.

Sementara Anggota Pansus Thomas Lopo menyampaikan bahwa, pertama-tama saya memberi apresiasi kepada direktris yang baru dilantik beberapa hari yang lalu dan atas kerja keras bersama semua rekan-rekan PDAM soe yang telah memperbaiki pipa-pipa yang putus akibat hantaman seroja dan sekarang kembali normal, dan itu adalah berita gembira. Berdasarkan berita gembira tersebut maka saya mau mengadu bahwa, kami beberapa deretan di jalur koperasi pintu air, sudah dua bulan bermain jirigen.

“Saya sering telepon operator yang biasa melayani kami tapi tidak di respon, oleh karena itu biarlah saya ketemu dengan ibu Lely Hayer, (direktur PDAM Soe) dan saya curhat. Lanjut Thomas, kalau gaji di tahan, dan kemudian harus bermain jirigen terus, maka bisa ibu bayangkan. Curhat Thomas.

Angota pansus Melianus Bana, menanyakan penyerahan dan pemanfaatan sumber air yang ada di desa Fat, menurut Melianus, apakah serah terima air yang ada di desa Fat kecamatan Nunkolo dalam keadaan airnya jalan atau tidak, dan kendala apa yang menyebabkan sehingga sampai dengan saat ini air tersebut tidak ada dalam bak tampungan. Tanya Bana.

Direktur, Lely Hayer menyampaikan terima kasih atas masukannya, tetapi PDAM selalu mengalami kendala dan hambatan sampai dengan tahun 2020. Ada 14 jalan yang dikerjakan tahun 1984 dan perlu di ganti karena sudah termakan usia. Sesangkan apa yang disampaikan bapak Lopo, benar karena beberapa kali yaitu dua bulan terakhir ini yaitu Bulan Maret dan April ada kerusakan karena adanya bencana seroja, untuk itu jaringan pipa mengalami kerusakan.

“Jaringan pipa mengalami kerusakan yang cukup parah ditiga titik di jalur Bonleu. namun kerja keras dari teman-teman selama Dua bulan san minggu kemarin air sudah masuk ke bak penampung dan siap di distribusikan. Masih ada beberapa titik yang airnya belum jalan karena petugas masih melakukan pencucian pipa karena tersumabat dengan lumpur akibat badai Setoja”, jelasnya.

Untuk IKK Nunkola diserahkan pada tanggal 7 oktober tahun 2020, untuk air di desa Fat sat diserahkan airnya dalam keadaan mengalir. Karena sistim pengairannya menggunakan solar sel srhingga beberpa minggu kemudian airnya tidak jalan. Kabag Teknik sudah mencari tahu penyebabnya, ternyata Delapan lempeng modul tidak berfungsi akibat karena separuh rusak dan separuhnya hilang. Kami akan melanjutkan pekerjaannya dengan menggunakan anggaran murni PDAM tahun 2021″, tutup Lely.


Reporter: YOR T


Komentar