Beranda Olahraga Makna Hamata para Tamu Undangan ETMC 2019

Makna Hamata para Tamu Undangan ETMC 2019

1251
0

BELU, Flobamora-news.com – El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 sebentar lagi akan bergulir di Kabupaten Malaka. Sebagai tuan rumah, Pemda Malaka yang dinakodai oleh Stefanus Bria Seran terus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan semaraknya acara dua tahunan di Provinsi NTT tersebut.

Mulai dari mempersiapkan stadion, panitia penyelenggara, keamanan, fasilitas penginapan peserta, akomodasi transportasi saat pertandingan, dan beberapa hal lain lagi terus dilakukan oleh Pemda Malaka. Tujuannya, Bupati Stefanus ingin menjadikan Kabupaten Malaka sebagai tuan rumah terbaik dalam sejarah ETMC.

Dari berbagai cara yang dilakukan tersebut, ada hal menarik yang mungkin belum pernah atau jarang dilakukan oleh tuan rumah lain yaitu mengundang para tamu ala adat istiadat masyarakat setempat. Hal yang tidak pernah itu dilakukan oleh Pemda Malaka.

Untuk memeriahkan ETMC 2019, Pemda Malaka tidak hanya mengundang pemerintah kabupaten lain secara formal atau menggunakan surat undangan saja, tapi juga mereka mengundang para tamu undangan dari semua Kabupaten di Provinsi NTT secara adat-istiadat masyarakat Suku Tetum yang disebut dengan nama “Hamata“.

Hamata adalah cara yang dilakukan oleh masyarakat adat Suku Tetum untuk mengundang para tamu kehormatan secara lisan guna hadir pada sebuah acara. Biasanya, si pengundang, seorang pria dan seorang wanita yang datang dengan menggunakan busana adat dan membawa sirih-pinang atau selendang untuk diberikan kepada para tamu sebagai tanda penghormatan kepada si tamu undangan. Orang yang diundang pun akan menyambut kedatangan para pengundang dengan memberikan kembali sirih-pinang.

Kebiasaan hamata ini perlahan mulai pudar dimakan modernisasi. Akan tetapi, hamata masih dapat kita temui pada acara-acara adat, seperti pembuatan rumah adat, acara masuk minta, dan lain sebagainya.

Undangan secara adat-istiadat masyarakat Suku Tetum ini pun menjadi ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini mendapat apresiasi, baik dari para tamu yang diundang maupun dari masyarakat pada umumnya.

Dengan cara ini pula, banyak para tamu undangan yang memastikan diri untuk hadir pada acara pembukaan ETMC 2019 di Kabupaten Malaka. Dengan hamata ini juga membuat banyak masyarakat NTT yang membahas ETMC 2019.

Salah satu tamu yang diundang adalah Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing. Kapolres Tobing kepada kedua pengundang merasa sangat terhormat karena diundang secara adat-istiadat masyarakat Suku Tetum. Dirinya pun lantas memastikan diri untuk hadir pada acara pembukaan ETMC 2019 yang jatuh pada tanggal 5 Juli 2019 nanti.

Selain Kapolres Belu, Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. pun turut mengapresiasi undangan pembukaan ETMC 2019 yang dilakukan secara adat tersebut. Menurutnya, undangan secara adat tersebut adalah yang pertama dalam sejarah keberlangsungan ETMC. Karena itu, dirinya berjanji akan bersama Forkompimda Manggarai Barat siap menghadiri acara pembukaan dan penutupan ETMC 2019 tersebut.

Hal yang sama dilakukan tim yang bertugas mengundang Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Bertempat di ruangan Sekda Flotim, utusan Pemda Malaka melakukan ritual adat hamata Pemkab Flotim.

Terhadap undangan Pemda Malaka itu, Sekda Flotim, Paulus Igo Geroda menyampaikan salam hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemda Malaka dan menyatakan kesiapan Pemkab Flotim memenuhi undangan tersebut. (Richi Anyan)

Komentar