Beranda Ekonomi Bisnis Maraknya Covid – 19, PLN: Ketersediaan Energi Primer  Masih Aman

Maraknya Covid – 19, PLN: Ketersediaan Energi Primer  Masih Aman

383
0

KUPANG, Flobamora-news.com – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memastikan jika layanan kepada masyarakat serta pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Batu Bara dalam kondisi aman. Saat ini, Ketahanan stok BBM 1.259.564 Liter dalam kondisi aman untuk 10 hari operasi dimana standar aman PLN 7 Hari operasi jadi pasokan BBM tidak mengalami kendala dan tetap kontinyu. Sedangkan Batu Bara stoknya sebesar 22.511 MT aman untuk 33 hari operasi per 24 maret 2020 dan di perkirakan tanggal 26 maret akan datang lagi batu bara sebanyak 7500 MT sehingga secara ketersedian Bahan Bakar baik Batubara dan BBM kondisi aman terkendali dan pasokan yg lancar.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko menegaskan ketahanan Energi Primer untuk Pasokan Listrik aman secara kontinyu ditengah covid, jelang paskah, puasa dan seterusnya akan aman.

“Malam ini PLTU Unit 1 akan masuk sistem dan menambah pasokan Listrik sebesar 16.5 MW.” Imbuhnya

Sistem timor saat ini dengan daya mampu 107.290kW diperkirakan akan mencapai beban puncak 99.000 kW dan masih ada cadangan 8.000 kW sampai 9.000 kW.

“Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, PLN tetap fokus menjaga pasokan listrik masyarakat Indonesia. Sejak awal Maret, PLN telah menerapkan antisipasi upaya pencegahan penyebaran virus corona COVID-19 di lingkungan pembangkit di Bolok dan diseluruh wilayah kerja di NTT agar seluruh pegawai PLN juga tetap dapat bekerja dengan maksimal.” Ungkap Rendroyoko

Sementara itu, Manager PJBS juga menyampaikan , Setelah dikeluarkannya Surat Edaran kepada seluruh pekerja agar social distancing seperti menjaga jarak kursi diantara operator dan memanfaatkan video conference seperti Pemeliharaan Pembangkit Menghadapi Corona dimaksimalkan” imbuh Musdiman Manager PJBS Site Bolok

Rendroyoko memastikan PLN akan terus memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin di seluruh lini operasional dimulai dari Pembangkitan, Pengaturan Beban, Transmisi, dan Distribusi untuk tetap menjaga pelayanan pasokan listrik ke pelanggan, termasuk melaksanakan pekerjaan pemeliharan, melistriki desa untuk kesejahteraan masyarakat” tutupnya


Reporter: HUMAS PLN


Komentar