Beranda Lintas NTT Marten Tualaka: Orang Berorganisasi, Karakter dan Gaya Bahasa Berbeda Dengan Yang Tidak

Marten Tualaka: Orang Berorganisasi, Karakter dan Gaya Bahasa Berbeda Dengan Yang Tidak

414
0

SOE  Floobamora-news.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar kegiatan konsultasi studi lokal dan konferensi. Kegiatan tersebut berlangsung di kampus STKIP Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur  pada, Jumat (16/102020).

Dihadiri oleh ketua komisi IV, Marten Tualaka, S.H. M.Si, Sekertaris umum GMKI pusat, David Sitorus, Ketua STKIP Soe, Arid Bilik, Ketua Arastamar Soe dan pengurus GMKI Cabang Kupang.

Selain itu juga digelar seminar Pengembangan Ekonomi Parawisata di kabupaten TTS bagi mahasiswa STKIP dan mahasiswa Arastamar.

Ketua panitia Yersi U.P. Weo dalam laporannya mengatakan, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) adalah organisasi kader yang lahir atas dua motifasi dasar, yakni panggilan akan Tuhan dan panggilan akan lingkungan, yang bercirikan kemahasiswaan, kekristenan dan ke-Indonesiaan. Dalam dinamika perjalanannya, semangat untuk terus menyatakan jati diri secara kelembagaan, GMKI dipacu untuk sedapat mungkin responsif terhadap panggilan akan Tuhan dan menanggapi pergumulan akan lingkungan sebagi spirit motifasi.

Sejarah Singkat Pebentukkan GMKI Cabang TTS

Proses pembentukan GMKI cabang soe memiliki sejarah perjalanan yang amat panjang dan penuh pergumulan. Tahun 2006 cikal bakal pembentukkan dan seabgai basis awal di Kampus STKIP.  di tahun 2020 kampus STKIP dan kampus Arastamar sebagai dua lembaga perguruan tinggi di TTS yang akan melahirkan kader-kader generasi kristen sebagai pelaku-pelaku perubahan. Akhirnya di bulan september 2020 status GMKI Soe yang sebelumnya menjadi calon cabang, dinaikan statusnya menjadi cabang Definitif. Ini dibuktikan dengan surat keputusan pengurus pusat tanggal 14 september 2020, tentang penetapan dan pengesahan GMKI Cabang Soe.

“Materi yang sajikan dalam kegiatan konsultasi study lokal (KSL) dan komperensi cabang adalah tentang studi meting yaitu seminar atau diskusi mengenai pembangunan ekonomi parawisata di TTS. Materi yang ke dua tentang bisnis meeting yaitu pembahasan agenda internal organisasi”, jelas yersi.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marten Tualaka, S.H. M.Si. mengatakan Pemerintah TTS merasa bangga dan sekaligus memberi suport  untuk terus berkembang menjadi besar. Karena dengan hadirnya GMKI , diharapkan dapat membentuk karakter pemuda pemudi  untuk menjadi seorang pemimpin yang berkarakter dan berkualitas bagi daerah, terkususnya bermanfaat bagi TTS tercinta.

“Orang-orang yang berorganisasi, gaya dan cara berbicara akan berbeda dengan orang yang sama sekali tidak pernah melibatkan diri dalam organisasi”, kata Marten

Sekertaris umum GMKI pusat, Davit Sitorus, mengatakan bahwa, kita harus belajar menghargai waktu, karena waktu kita tidak akan sama dengan waktu Tuhan. Kita harus mempergunakan waktu kita dengan baik dan pergunakanlah waktu kita untuk melayani sesama kita yang ada di kabupaten TTS.

“di era sekarang para kaum muda mudi, lebih banyak menghabiskan waktunya di depan Hanpond, sehingga dengan adanya pembentukan GMKI cabang soe bisa menghimpun dan menuntun generasi muda untuk lebih menghargai dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin”,  tutup Sitorus.


Reporter: YOR T


Komentar