Beranda Lintas NTT Masyarakat Akui Embung di Desa Keletunan Tak Ada Fungsinya

Masyarakat Akui Embung di Desa Keletunan Tak Ada Fungsinya

618
0

SOE, Flobamora-news.com – Pembangunan Embung Tahun Anggaran 2015 menelan biaya Rp. 800 juta. Tetapi hingga saat ini Embung di Desa Keletunan Kecamatan Kuanfatu Kabupaten TTS Provinsi NTT tidak pernah difungsikan oleh masyatakat setempat. Embung yang hanya berharap air hujan itu digunakan untuk cuci dan mandi, tetapi dimusim hujan embung itu kering.

Hal ini dikatakan Yusuf Kabu warga RT 01/RW 03 Dusun I Desa Keletunan kepada wartawan ketika ditemui diembung tersebut pada, Rabu (3/6/2020).

Menurut Yuduf, Embung yang dibangun di wilayah RT 02/RW 03 Desa Keletunan menelan anggaran Rp 800 juta lebih itu sama sekali tidak bermanfaat bagi warga setempat. Sebab, musim kemarau berkepanjangan, embung tersebut kering. Karena hanya mengharapkan tadahan air hujan sebab tidak ada sumber mata air di sekitar embung tersebut.

Disisi lain kata Yusuf, embung yang dibangun diatas gunung tanpa sumber mata air itu hanya digunakan untuk mandi dan cuci. Sementara untuk konsumsi ada sumur milik masyarakat yang sudah ada sebelum ada embung yang tak berfungsi itu.

“Ini embung tidak berfungsi karena tidak ada sumber mata air, hanya berharap air hujan dan disekitar embung tidak ada kebun sehingga bagi kami embung itu tidak berfungsi. Embung yang menelan anggaran ratusan juta itu tanpa pembuangan dan juga speel way namun, secara teknis dirinya mengaku tidak tau”, kata Yusuf.

Ketua Pansus LKPj DPRD TTS, Marthen Tualaka menjelaskan tidak ada pendistribusian air menuju sejumlah bak penampung yang ada karena ada ikan dalam kolam sehingga disumbat agar tidak kehabisan air pada embung tersebut.

Embung tersebut menggunakan geomembren karena embung tadah hujan, oleh karena itu kita akan lihat perencanaan awal, karena air dari pipa didistribusi ke bak kecil untuk pertanian, ada bak untuk peternakan namun tidak dipantau. Bangunan tersebut menurutnya sudah benar tetapi karena ada lepas ikan sehingga disumbat agar tidak kehabisan air.

“Embung bisa digunakan untuk perikanan, peternakan, pertanian, air bersih dan juga pariwisata. Digunakan geomembren karena tidak ada sumber mata air selain tadahan hujan,”ucapnya.

Menurut Marthen bangunan embung itu sudah tepat dan ada air yang digunakan untuk masyarakat setempat, sebab dibangun bukan hanya semata untuk pertanian tetapi juga untuk perikanan, peternakan dan pariwisata.

Hadir pada uji petik Pansus LKPJ tahun 2019, Ketua DPRD Marcu Mbau, Wakil Ketua Pansus Uksam Selan, anggota Maksi Lian, Hendrikus Babys, Melianus Bana dan sejumlah anggota Pansus lainnya.


Reporter: YOR T


Komentar