Beranda Hukum & Kriminal Masyarakat dan GMNI Cabang Kupang Tuntut Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Desa...

Masyarakat dan GMNI Cabang Kupang Tuntut Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Desa Oematnunu

677
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang dan utusan masyarakat Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur hari ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuntut usut tuntas dugaan koruosi dana desa  pada, Rabu (11/3/2020) sekitar pukul 10.00 WITA.

Masa aksi berjumlah 70 orang terdiri dari masyarakat 60 orang dan Aktivis 10 orang. Dengan menggunakan Empat kendaraan pik up menuju Kantor DPRD di Oelamasi. Mereka disambut barisan puluhan kepolisian yang datang mengamankan jalannya unjuk rasa.

Tiga orang akitivis GMNI bergantian berorasi menuntutnya adanya dugaan penyelewengan Dana Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat dan meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk melakukan pengawasan secara baik.

“Bagaimana bisa ada dugaan penyelwengan dana desa, warga sudah lapor ke DPRD, Bupati dan Kejaksaan Negeri tapi tidak ada bentuk pengawasan ujar Jefri Nyoman, salah satu orator.

“DPRD jangan hanya tunggu dan duduk diam lalu terima gaji saja tiap bulan”, sambung orator lain.

Situasi sempat tegang saat Kepolisian meminta aksi harus dihentikan karena tidak berijin. Namun, Yoppy Nau Sekwan DPRD Kabupaten Kupang, menyambut baik dan menpersilahakn Lkma orang perwakilan untuk masuk ke dalam Kantor dan menyampaikan secara langsung poin tuntutan mereka.

di depan perwakilan massa aksi, Ferdinan Lafu Daos sekretrasi Komisi I, dengan sejumlah DPRD berjanji akan melakukan agenda kunjungan ke Kantor Camat Kupang Barat untuk memediasi antara pihak pelapor dan terlapor.

“Kami merespon ketika ada kunjungan kerja Minggu lalu. Informasi itu sudah kami tangani, karena sudah agendakan minggu lalu. Setelah dialog kami akan jadwalkan akan turun Jumat Minggu depan Tanggal 20 Maret. Sebenarnya minggu lalu, tapi perwakilan masyarakat tidak ada kemarin. Kami minta, nanti bapak mama kalau bisa, hadir bersama kami. Kita mau menggambarkan partisipasi kita. Hari itu pihak terkait tidak ada dilokasi”, ujar Ferdiand.

DPRD lain, Yoge Rens Lega juga menambahkan bahwa semua pihak termasuk dinas terkait agar bisa rembuk bersama.

“Saya apresiasi masyarakat sudah cerdas. Kalau memang benar dijual ke pihak swasta itu tidak benar. Apalagi aset pemerintah. Tentang BPD belum terbentuk, ada proses massa senggang jabatan kepala desa. Kami akan sampaikan ke PMD karena mereka yang punya kewenangan untuk menangani masalah itu. Sistem pembangunan itu kan dari bawah”, ujar dia.

Sedangkan Daud Ullu berjanji akan melibatkan semua dinas terkait.

“Transparansi anggaran itu harus diutamakan. Harapan saya ke bawah bapa semua tidak boleh diam harus sampaikan dan koreksi terhadap sistem. Terimakasih karena mulai membuka aib”, imbuh dia.

Sedangkan utusan masyarakat Yuliana Langoday Kader Posyandu didepan DPRD menyebut bahwa di Desa Oematnunu ada Bumdes.

“TPK tidak ada tidak tahu bagaimana bisa belanja Bumdes itu dilakukan”, ujar dia.

Sementara, Ari Kono sekretaris GMNI Cabang Kupang, menyampaikan beberapa hasil temuan mereka.

Pertama: Dana Desa tahun 2017 tentang pembangunan jalan yang dakam RAP sebesar 600 M namun hanya dibangun 200 M.

Kedua: Penjualan aset desa (embung) oleh oknum desa kepada pihak swasta.
Ketiga, perihal BPD belum terbentuk tetapi dana desa sudah mau cair dan Musrembang tingkat desa dan kecamatan sudah dilakukan.

“Persoalan ini seolah dibiarkan. Kareteker bekerja sendiri tanpa pengawasan. Tidak ada transparansi pengelolaan dana desa”, sambung Abraham Koten tokoh masyarakat.

Tokoh maayarakat lain, Alarico Fernandes Savior, sebagai Kepala Kamp Pengungsian eksodus Timor Leste di Desa Oematnunu mengeluh sudah 18 tahun di Oematnunu.

“Sekama 18 tahun di sana tidak pernah merasakan apa-apa. Kami mau dana desa di audit”, tegas dia

Rombongan massa aksi kemudian menuju Kantor Bupati Kupang. Setelah berorasi kurang lebih 30 Menit, rombongan diterima secara langsung untuk beraudiens dengan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe.
Wagub Kupang didampingi Kepala Dinas PMD, Charles Pane dan Inspektorat Kupang, Anton Suriasa menerima berkas tuntutan Massa aksi setelah kurang lebih 30 meni berdialog.

“Saya tidak mau janji, atau omong untuk buat senang bapa mama ada inspekrorat di sini dia sudah berjanji akan turun ke Kecamatan Kupang Barat Minggu depan”, ujar Jerry.

Marianus Krisanto Haukil, Koordinator umum aksi unjuk rasa menyampaikan bahwa GMNI akan melakukan pendampingan hingga menuntaskan masalah dugaan konspirasi penyelewengan dana desa di Desa Oematnunu.

“Kami sudah diintruksi dari DPP GMNI akan konsen mendampingi penyelewengan pengelolaan dana desa”, ujar dia.


Reporter: Robert


Komentar