Beranda Ekonomi Bisnis Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar

Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar

384
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional Bank NTT bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi menggelar talk show denagn mengusung tema : “Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” . Hal ini sebagai dasar untuk membangkitkan semangat belajar di masa Pandemi yang masih melanda dunia, dengan mewujudkan “Merdeka Belajar”. Acara tersebut berlangsung di Pallacio Ballroom 3 Aston Hotel Kupang ini pada , Kamis (6/5/ 2021).

Salah satu bentuk dukungan Bank NTT dalam Program OJK yakni Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) adalah memberikan tabungan bagi 1000 pelajar di NTT dalam periode Mei 2021 sampai dengan Oktober 2021 saat bulan Inklusi Keuangan. Lewat Talk Show 6 Mei 2021.

Talk Show dipandu moderator Feby Angi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, dilaksanakan secara hybrid yaitu tatap muka dan virtual meeting dengan peserta dari perwakilan Dosen/Guru, perwakilan Mahasiswa/Siswa yang keduanya dari Universitas dan Sekolah mitra Bank NTT di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten se-NTT, juga ada Perwakilan dari media cetak dan elektronik.

Acara ini tetap menggunakan Protokol Kesehatan yang maksimal, dengan pembicara yaitu Linus Lusi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dony Prasetyo Kasubag Adm/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi NTT, Harry Alexander Riwu Kaho Direktur Utama Bank NTT dan juga hadir memberikan special testimoni Dinna Noach Staff Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas yang juga adalah Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Program Ramai Sekali Bank NTT 2019.

Menurut Dony Prasetyo berdasarkan survey nasional literasi dan inklusi Keuangan pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan di NTT hanya sebesar 27,82 persen, berada di bawah nasional sebesar 38,03 persen. Sedangkan, tingkat inklusi keuangan di NTT sebesar 60,63 persen, sedangkan nasional berada pada angka 76,19 persen. Literasi keuangan adalah kemampuan masyarakat mengetahui tentang informasi produk keuangan, sedangkan inklusi keuangan adalah penggunaan produk tersebut oleh masyarakat.

Target inklusi keuangan dari Presiden Joko Widodo untuk tahun 2024 adalah 90 persen. Oleh karena itu, program KEJAR merupakan upaya untuk mengejar target tersebut. Tak hanya itu, OJK juga melakukan berbagai kegiatan edukasi rutin untuk membantu memperkenalkan produk keuangan. Bahkan, OJK juga telah membuat dan mencetak buku menyesuaikan kurikulum terbaru yang bisa diakses di laman OJK sikapiuangmu.ojk.go.id atau laman perpustakaan Provinsi NTT arprus.nttprov.go.id.



Reporter: Ricky Anyan


Komentar