Beranda Nasional Melirik Bendungan di Perbatasan RI-RDTL yang Akan Diresmikan Jokowi

Melirik Bendungan di Perbatasan RI-RDTL yang Akan Diresmikan Jokowi

321
0

ATAMBUA, flobamoranews.com – Presiden Joko Widododi jadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Provinsi NTT pada Senin (20/5/2019). Kunjungan orang nomor 1 Indonesia ini guna meresmikan Bendungan Rotiklot yang berada di Desa Fatiketi, Kecamatan Kakulukmesak, Perbatasan RI-RDTL itu.

Bendungan Rotiklot berada di daerah aliran sungai Rotiklot, dengan panjang sungai 6,41 kilometer dan luas daerah aliran sungai (DAS) 11,69 kilometer persegi. Daya tampung total bendungan ini sebesar 3,30 juta meter kubik, luas genangan 29,91 hektare, dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik.

Bendungan ini bertipe pelimpahan samping dengan lebar pelimpahan 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendungan 42, 50 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak 415,82 meter.

Sesuai data teknis dari Kementerian PUPR, Bendungan Rotiklot bermanfaat untuk penyediaan air lahan irigasi seluas 139 hekta are padi dan 500 hekta are palawija. Manfaat lainnya sebagai pengendalian banjir daerah hilir kawasan Ainiba serta suplai air baku untuk masyarakat dan pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik serta sebagai obyek wisata.

Bendungan Rotiklot merupakan salah satu Bendungan dari 49 bendungan yang dibangun dari tahun 2015 sampai tahun 2019. Sebelumnya, groundbreaking Bendungan Rotiklot sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2015 lalu.

Pembangunan bendungan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) – PT Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana APBN sebesar Rp 496.970.000.000 dengan target waktu selama 1.110 hari kalender kerja.

Untuk diketahui, keberadaan bendungan dan embung di Provinsi NTT sangat penting karena musim hujan di sana cukup pendek, hanya tiga sampai empat bulan. Karena itu, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Ditjen SDA, secara bertahap meningkatkan jumlah tampungan air di sana untuk meningkatkan ketahanan air dan pangan.

Ada tujuh bendungan yang dibangun di NTT, dua di antaranya sudah selesai, yaitu Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu. Dua bendungan lain, yaitu Napun Gete di Kabupaten Sika dan Temef di Kabupaten Timur Tengah Selatan sedang dibangun. Sedangkan satu bendungan lagi, yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang baru mulai dikerjakan pada tahun 2019 ini.

Selain itu, Kementerian PUPR juga berencana membangun dua bendungan baru lainnya, yaitu Bendungan Mbay/Lombo di Kabupaten Nagekeo dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang. (Rian)

KOMENTAR ANDA?

Komentar